Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apple Buka-bukaan soal "Kegagalan" Bikin Peta Digital

Kompas.com - 09/08/2016, 20:38 WIB
Oik Yusuf

Penulis

KOMPAS.com - Tahun 2012, Apple meniadakan Google Maps dari sistem operasi mobile terbarunya ketika itu, iOS 6. Aplikasi pemetaan yang hadir di iOS versi-versi sebelumnya ini digantikan oleh layanan serupa bikinan Apple sendiri yang bernama Maps.

Kemunculan Maps disertai gembar-gembor soal aneka fitur baru yang dibawanya, seperti “Interactive 3D View”, “turn-by-turn-spoken directions”, dan “flyover”. Tapi kenyataan yang ditemui sungguh mengecewakan karena Maps justru payah disatu hal yang paling penting: akurasi peta.

Kejadian pengguna yang nyasar pun banyak terjadi di masa-masa awal kemunculan Apple Maps tersebut. Layanan peta ini bahkan dipandang mengancam keselamatan oleh pihak kepolisian di sejumlah negara.

Ada apa di balik debut Apple Maps yang berantakan? Senior Vice President Apple Eddy Cue mengakui bahwa pabrikan berlambang buah apel tergigit itu dulu terlalu meremehkan proses pembuatan layanan peta.

“Jalanan-jalanan sudah diketahui, begitu juga daftar restoran. Ada Yelp dan OpenTable, mereka punya semua alamat. Surat bisa dikirim, FedEx juga bisa mengirim barang. Jadi kami pikir, memangnya sesusah apa sih?” kata Cue dalam sebuah wawancara dengan Fast Company, sebagaimana dirangkum oleh KompasTekno, Selasa (9/8/2016).

Ditendang

Saat mengetahui bahwa kiprah perdana Apple Maps ternyata bertolak belakang dari harapan, para eksekutif Apple pun sibuk rapat untuk menentukan langkah berikut, apakah akan ngotot mengembangkan Maps atau lempar handuk dan kembali menggandeng Google seperti sebelumnya.

Kelar berdiskusi, para pengambil keputusan di Apple sepakat untuk memperbaiki dan terus mengembangkan Maps. Namun perubahan mesti dilakukan supaya layanan ini tak melulu bikin nyasar dan kecewa.

Scott Forestall, seorang petinggi Apple yang telah bekerja selama lima belas tahun dan membawahi tim pengembangan Maps, ditendang dari perusahaan. CEO Tim Cook sibuk berkali-kali meminta maaf ke publik terkait kekacauan yang ditimbulkan.

Tim pengembang yang bertanggung jawab atas layanan Maps pun diperkuat. Dulu, semasa dipimpin Forstall, tim ini hanya beranggotakan “lusinan” orang yang bekerja secara terisolasi dari lingkungan lainnya di perusahaan.

Sekarang, Cue mengatakan jumlah anggota tim tersebut telah berkembang menjadi ribuan orang. Apple sadar mesti lebih serius mengembangkan layanan peta. “Kami perlu membangun kompetensi yang dulu kami pandang remeh,” kata dia.

Membuka diri

“Kegagalan” Apple Maps turut berdampak pada sikap Apple yang selama ini cenderung tertutup saat mengembangkan produk atau layanan. Perusahaan tersebut mulai membuka diri.

Proyek-proyek pengembangan software besar sekarang terlebih dulu digulirkan ke publik sebagai beta test untuk keperluan pengujian dan mencari masukan dari pengguna, sebelum dirilis secara resmi. Dulu, ketika dipimpin Steve Jobs, hal macam begini tak mungkin dilakukan.

Pada 2014, sistem operasi desktop OS X Yosemite tersedia dalam versi beta test. Tahun lalu giliran iOS yang mendapat perlakuan sama.  “Karena Maps, Anda sebagai pengguna bisa menguji iOS,” ujar Cue.

Halaman Berikutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Smartphone HTC U24 Pro Meluncur, Bawa Kamera Telefoto 50 MP

Smartphone HTC U24 Pro Meluncur, Bawa Kamera Telefoto 50 MP

Gadget
Gara-gara AI, Posisi Ini Paling Banyak Dicari Perusahaan di Indonesia saat Ini

Gara-gara AI, Posisi Ini Paling Banyak Dicari Perusahaan di Indonesia saat Ini

Internet
iOS 18 Resmi Dibekali AI, Bisa Bikin iPhone Jadi Lebih “Pintar”

iOS 18 Resmi Dibekali AI, Bisa Bikin iPhone Jadi Lebih “Pintar”

Software
Yahoo Mail Dapat Fitur AI, Bisa Otomatis Rangkum E-mail Penting

Yahoo Mail Dapat Fitur AI, Bisa Otomatis Rangkum E-mail Penting

Software
AMD Resmikan Prosesor Server Epyc 4004 di Indonesia, Unggulkan Jumlah 'Core' Banyak

AMD Resmikan Prosesor Server Epyc 4004 di Indonesia, Unggulkan Jumlah "Core" Banyak

Hardware
Cara Pesan GoFood via Google Search dan Google Maps Langsung

Cara Pesan GoFood via Google Search dan Google Maps Langsung

e-Business
Beli Vivo X Fold 3 Sekarang atau Tunggu Samsung Z Fold 6 Sebulan Lagi?

Beli Vivo X Fold 3 Sekarang atau Tunggu Samsung Z Fold 6 Sebulan Lagi?

Gadget
Riset Microsoft: Skill AI Makin Dibutuhkan untuk Dapat Pekerjaan

Riset Microsoft: Skill AI Makin Dibutuhkan untuk Dapat Pekerjaan

Internet
HP Vivo X100 Series dan Ponsel Lipat Vivo X Fold 3 Pro Resmi di Indonesia, Ini Harganya

HP Vivo X100 Series dan Ponsel Lipat Vivo X Fold 3 Pro Resmi di Indonesia, Ini Harganya

Gadget
Kesal Ditelepon Nomor Tak Dikenal via WhatsApp? Begini Cara Bisukan Otomatis Kontaknya

Kesal Ditelepon Nomor Tak Dikenal via WhatsApp? Begini Cara Bisukan Otomatis Kontaknya

Software
5 Fitur Apple Intelligence yang Hadir lewat iOS 18

5 Fitur Apple Intelligence yang Hadir lewat iOS 18

Software
10 Fitur iOS 18 Terbaru, Ada AI, Kustomisasi Layar “Home”, Game Mode, dll

10 Fitur iOS 18 Terbaru, Ada AI, Kustomisasi Layar “Home”, Game Mode, dll

Software
5 Fitur iOS 18 yang Ditiru Apple dari Android

5 Fitur iOS 18 yang Ditiru Apple dari Android

Software
Riset Microsoft: 92 Persen Pekerja Kantoran Indonesia Pakai AI, Kalahkan Persentase Global

Riset Microsoft: 92 Persen Pekerja Kantoran Indonesia Pakai AI, Kalahkan Persentase Global

Internet
HP Asus Zenfone 11 Ultra Resmi Masuk Indonesia, Harga mulai Rp 11 Juta

HP Asus Zenfone 11 Ultra Resmi Masuk Indonesia, Harga mulai Rp 11 Juta

Gadget
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com