Oppo Belum Mau Bikin Perangkat VR, Ini Alasannya

Kompas.com - 12/08/2016, 09:02 WIB
|
EditorReza Wahyudi

JAKARTA, KOMPAS.com - Vendor smartphone berlomba-lomba melengkapi portofolio produknya dengan perangkat realitas virtual alias VR. Sebut saja beberapa nama seperti Samsung, Lenovo, HTC, dan LG.

Di tengah tren tersebut, Oppo belum mau ikut arus. Pabrikan China itu masih fokus mengembangkan teknologi yang dinilai fungsional bagi kebutuhan masyarakat sehari-hari.

"VR belum jadi kebutuhan dasar masyarakat. Kami memilih mengembangkan inovasi yang jelas membantu kebutuhan sehari-hari," kata Media Engagement Oppo Indonesia, Aryo Meidianto, Kamis (11/8/2016) di Restoran White Elephant, Mal Kota Kasablanka, Jakarta.

Salah satu Inovasi yang dimaksud adalah pengembangan teknologi kamera smartphone. Pasalnya, Oppo telah menobatkan diri sebagai vendor ponsel kamera alias camera phone. Selain itu, teknologi pengisian daya cepat (fast charging) juga ingin terus ditingkatkan.

Meski demikian, Aryo tak menutup kemungkinan jika suatu saat Oppo juga bakal terjun ke industri VR. Ia mengatakan semua itu tergantung kondisi di lapangan.

"Kalau pasarnya sudah ada, kami pasti akan ke sana. Pada dasarnya semua disesuaikan dengan keadaan masyarakat," ia menuturkan.

Sebelumnya, Aryo juga mengatakan Oppo belum mau mengembangkan teknologi pemindai iris alias iris scanner untuk menjamin keamanan ponsel. Padahal, fitur itu digadang-gadang bakal menjadi tren pada ponsel keluaran 2017.

Oppo lebih memilih memaksimalkan pemindai sidik jari alias fingerprint scanner pada lini ponselnya, termasuk F1s yang baru diluncurkan pekan lalu. Aryo menilai fingerprint scanner lebih praktis dioperasikan.

"Itu (iris scanner) lebih sulit. Kalau matanya lagi nggak bagus bagaimana? Kami pilih yang fungsional saja," kata dia beberapa saat lalu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.