Integrasi Palapa Ring Barat Ditargetkan Selesai Agustus 2017

Kompas.com - 22/08/2016, 12:42 WIB
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Konsorsium PT. Mora Telematika Indonesia (Moratelindo) dan PT. Ketrosden Triasmita yang menjadi pemenang tender proyek Palapa Ring Paket Barat mengatakan optimis proses integrasi selesai pada Juni atau Agustus 2017.

"Targetnya sekitar Agustus (2017) sudah benar-benar hidup," ujar CEO Moratelindo, Galumbang Menak seperti dikutip KompasTekno dari Kontan, Senin (22/8/2016).

Galumbang menjelaskan, dari 17 titik lokasi yang dilewati kebel, perizinan di 15 lokasi sudah beres. Artinya, pekerjaan lanjutan berupa pembangunan fisik bisa dimulai.

"Perizinan di darat sampai marine survey sudah selesai, lanjut ke final route design, izin lingkungan diperkirakan selesai September. Paralel dengan pembangunan NOC (network operation center) dan landing station," ungkapnya.

Dalam pekerjaan itu, kabel nantinya melewati jalur darat dan laut. Pekerjaan jalur darat diprediksi akan memakan banyak waktu. Sebab, selain dihabiskan untuk mengurus perizinan, pihaknya juga mesti mengurus amdal (analisis mengenai dampak lingkungan) terkait proyek tersebut.

"Kalau yang di laut izin survei sudah beres, dan hasil laporan survei keluar akhir Agustus," katanya.

Rencananya, Moratelindo menggunakan dua vendor kabel optik. Yakni Norddeutsche Seekabelwerke GmbH (NSW) dari Jerman dan Nexans dari Norwegia. Kabel itulah yang nantinya digunakan sebagai material pembangun infrastruktur sepanjang 2.000 km.

Pihaknya memprediksi pemasangan kabel selesai sekitar Februari - Maret 2017. Galumbang berharap proses integrasi selesai pada Juni atau Agustus. 

Optimis selesai lebih cepat dari target pemerintah

Dalam kesepakatan dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika, konsorsium pemenang tender diberikan waktu 18 bulan untuk menyelesaikan proyek. Pemerintah juga menyiapkan sanksi jika terjadi wanprestasi pada operator.

Meskipun demikian, Moratelindo tetap optimistis target tersebut dapat dipenuhi, bahkan Galumbang berani menjamin proyek selesai lebih cepat dari yang ditentukan.

Hal itu juga didukung oleh pendanaan yang lancar. Konsorsium yang berada di bawah bendera PT. Palapa Ring Barat itu mengaku kredit lunak dari Bank Mandiri sebesar Rp 875 miliar sudah disahkan pada Kamis (11/8/2016) lalu.

Kucuran dana tersebut sebesar 80 persen dari total pembiayaan proyek. Dana itu membuat nilai proyek bertambah menjadi Rp 1,28 triliun. Kredit investasi tersebut berjangka waktu delapan tahun dengan masa tenggang dua tahun.

Nantinya, akan digunakan untuk mendukung pembangunan jaringan fiber optik di lima kota/kabupaten di Kepulauan Riau. "Sebelum cair kita pakai dana perusahaan, setelah ini bisa lebih cepat lagi pekerjaannya," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.