DPR Pertanyakan Dampak Turunnya Tarif Interkoneksi, Ini Kata Operator

Kompas.com - 26/08/2016, 08:50 WIB
Rapat RDP DPR R1 bersama operator telekomunikasi, Kamis (25/8/2016) di Gedung Nusantara II, Komplek DPR RI Senayan, Jakarta. Fatimah Kartini Bohang/kompas.comRapat RDP DPR R1 bersama operator telekomunikasi, Kamis (25/8/2016) di Gedung Nusantara II, Komplek DPR RI Senayan, Jakarta.
|
EditorReska K. Nistanto

JAKARTA, KOMPAS.com - Polemik aturan interkoneksi operator telekomunikasi semakin hangat beberapa bulan terakhir. Telkom dan Telkomsel meminta tarif tersebut dihitung secara asimetris berdasarkan biaya investasi masing-masing operator.

Sementara itu, Indosat Ooredoo, XL Axiata, Hutchison 3, dan Smartfren, sepakat dengan mekanisme penghitungan simetris dari pemerintah meski persentase penurunannya belum memenuhi ekspektasi.

Di luar silang pendapat dua kubu tersebut, Komisi 1 DPR RI berharap aturan interkoneksi bisa berdampak langsung bagi rakyat. Bagaimanapun mekanismenya, lembaga legislatif itu ingin tarif ritel panggilan yang dibebankan ke pengguna turun.

"Kalau biaya interkoneksi diturunkan, implikasinya ke rakyat apa? Kalau nggak ada, ya nggak usah turun," kata Anggota Komisi 1 DPR dari Fraksi PAN, Budi Youyastri, Kamis (25/8/2016) di Gedung Nusantara II, Komplek DPR Senayan, Jakarta.

Perlu diketahui, biaya interkoneksi adalah komponen yang harus dibayarkan oleh operator A kepada operator B yang menjadi tujuan panggilan penggunanya. Selama ini, biaya tersebut disepakati Rp 250 per menit.

Umumnya, tarif tersebut dikaji kembali tiap tiga tahun. Pada periode ini, Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) sudah mengadakan 17 kali pertemuan dengan para operator untuk menetapkan tarif baru 2016.

Hasilnya, pemerintah menetapkan penurunan tarif interkoneksi rata-rata 26 persen pada 2 Agustus lalu melalui Surat Edaran No. 1153/M.Kominfo/PI.0204/08/2016. Ketuk palunya dijadwalkan 1 September 2016 mendatang.

Interkoneksi sendiri merupakan salah satu variabel untuk menurunkan tarif ritel. Ada beberapa variabel lain yang juga berpengaruh seperti biaya pemasaran, biaya servis aktivasi, dan margin keuntungan yang diharapkan operator.

Silang pendapat operator

Kendati tarif interkoneksi bukan variabel tunggal, Indosat berjanji akan menurunkan tarif pungut (ritel) ke pelanggan jika tarif interkoneksi benar-benar turun. Hal tersebut diucapkan Presiden Direktur Indosat Ooredoo, Alexander Rusli, pada kesempatan yang sama.

"Kami pasti turunkan. Sejak Desember saja kami sudah berlakukan Rp 1 per menit untuk lintas operator di luar Jawa. Tapi itu kami masih subsidi Rp 170," kata dia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X