Spotify Diam-diam Hukum "Pengabdi" Apple Music?

Kompas.com - 28/08/2016, 10:57 WIB
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Kompetisi layanan music streaming agaknya makin sengit, utamanya antara Spotify dan Apple Music. Setelah Apple menghukum Spotify dengan tak menyediakan update di App Store, kini giliran Spotify yang dikabarkan menghukum Apple Music.

Menurut sumber dalam, Spotify diam-diam "mengubur" hasil pencarian di dalam layanannya untuk para "pengabdi" alias penyanyi-penyanyi yang meneken perjanjian eksklusif dengan Apple Music. Tak cuma itu, penyanyi tersebut juga ditolak dari playlist yang diutamakan di laman depan aplikasi.

Tak cuma dengan Apple Music, hukuman serupa juga rumornya ditujukan Spotify untuk penyanyi yang punya kerja sama khusus dengan Tidal, sebagaimana dilaporkan Bloomberg dan dihimpun KompasTekno, Minggu (28/8/2016).

Perlu digarisbawahi, album penyanyi yang dihukum masih bisa dicari namun dengan pencarian yang lebih lama di Spotify. Pengguna akan bertemu album lain sebelum disodorkan album sang penyanyi.

Selain itu, lagu-lagu penyanyi yang kena hukuman juga masih bisa ditilik pada playlist tertentu. Hanya saja, playlist itu tak dipampang di laman utama.  

Tak ingin lama-lama jadi isu publik, perwakilan Spotify angkat bicara. Menurut mereka, hukuman itu tak ada. "Tak benar", ujarnya. Tak ada penjabaran lebih lanjut soal komentar sumber dalam.

Jika menilik kejadian yang sudah-sudah, Taylor Swift merupakan penyanyi yang secara frontal bertentangan dengan Spotify. Penyanyi pop remaja itu memang kerap menghadirkan musik terbaru di Apple Music atau menayangkan konser di layanan musik Apple tersebut.

Pertentangan Swift dan beberapa penyanyi lain dengan Spotify didasarkan pada royalti. Mereka ingin pengguna membayar untuk menikmati lagu-lagu dari album mereka.

Sementara itu, Spotify berdalih layanan gratis akan menarik minat pengguna sejak awal. Paket berbayar hanya diperuntukkan bagi pemanfaaatan fitur-fitur khusus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Bloomberg

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.