Remaja Bobol Situs Presiden Sri Lanka agar Ujian Ditunda

Kompas.com - 31/08/2016, 11:35 WIB
Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena The VergePresiden Sri Lanka Maithripala Sirisena
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Seorang remaja berusia 17 tahun meretas situs resmi Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena dan menuntut agar ujian masuk kuliah ditunda.

Akibatnya, remaja itu ditangkap oleh pihak berwajib. Dia terancam denda sebesar 300.000 rupee atau sekitar Rp 59 juta dan hukuman penjara maksimal 3 tahun.

Sebagaimana dilansir KompasTekno dari The Verge, Rabu (31/8/2016), peristiwa ini terjadi pada hari Kamis dan Jumat pekan lalu. Peretas mengaku sebagai sebuah kelompok bernama Sri Lankan Youth.

Setelah berhasil menjebol keamanan situs tersebut, kelompok ini mengunggah pesan yang menuntut penundaan ujian level A di April. Alasannya waktu ujian tersebut bersamaan dengan perayaan Sinhala dan Tahun Baru Tamil.

Pesan itu juga menyematkan ancaman cyber war serta seruan agar perdana menteri lebih memperhatikan nasib mahasiswa.

"Jaga keamanan situs ini baik-baik atau Anda akan mengalami perang cyber (cyber war)," tulis kelompok tersebut.

"Hentikan hal-hal tak bertanggung jawab yang dikerjakan perdana menteri dan lihatlah lebih dalam pada masalah mahasiswa," imbuhnya.

Pesan ini sempat dihapus dari situs resmi presiden. Namun tak berapa lama kemudian, mereka kembali meretas situs resmi presiden. Pada peretasan kedua, tidak ada pesan apapun yang diunggah.

Pihak berwenang kemudian menangkap seorang remaja 17 tahun yang diduga sebagai pelaku peretasan itu. Remaja tersebut kini sedan diinterogasi agar mengungkap motif peretasan.



Sumber The Verge
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X