Indosat Jalan Terus dengan Tarif Baru Interkoneksi

Kompas.com - 01/09/2016, 10:30 WIB
Ketua Umum ATSI sekaligus CEO Indosat Ooredoo Alexander Rusli dalam acara pengumuman pemenang IWIC 2015 di Mall Epicentrum, Jakarta, Kamis (17/12/2015) Fatimah Kartini Bohang/ KOMPAS.comKetua Umum ATSI sekaligus CEO Indosat Ooredoo Alexander Rusli dalam acara pengumuman pemenang IWIC 2015 di Mall Epicentrum, Jakarta, Kamis (17/12/2015)
|
EditorDeliusno

JAKARTA, KOMPAS.com - Indosat akan tetap memakai skema tarif interkoneksi baru, meskipun Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) membatalkan surat edaran (SE) yang sudah dikirimkan.

“Kami jalan terus. Tarifnya bisa business to business dengan yang sepakat. Selain itu tidak ada surat penundaan atau pembatalan SE yang kami terima,” tegas CEO Indosat Alexander Rusli saat bincang dengan KompasTekno, Kamis (1/9/2016).

“Dengan yang tidak sepakat, kami bisa pakai tarif lama,” imbuhnya.

Alex menambahkan SE tersebut langsung berlaku begitu diresmikan dan dikirimkan kepada seluruh operator. Ia juga berpendapat, jika ada penundaan atau pembatalan, mestinya pemerintah mengirimkan surat resmi terkait hal tersebut.

Dijelaskan Alex, interkoneksi merupakan urusan business to business antar operator. Posisi SE tersebut hanyalah sebagai acuan saja.

Misalnya, saat ada operator yang memasang tarif interkoneksi di atas acuan, maka Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) akan mempertanyakan pertanggungjawabannya.

Apabila operator tetap ngotot memasang tarif yang lebih tinggi, hal tersebut dikatakan tetap sah. Asalkan operator dapat mempertanggungjawabkan tarif tersebut dan mencapai kata sepakat dengan operator lain.

Tapi bila kedua operator sama-sama sepakat memakai tarif tertentu, maka seharusnya tidak ada masalah dari segi hukum.

Kemenkominfo pada Selasa (2/8/2016) lalu merilis SE No. 1153/M.Kominfo/PI.0204/08/2016 yang isinya mengumumkan hasil perhitungan tarif interkoneksi baru. Di dalamnya tercantum penurunan rata-rata 26 persen pada 18 skenario panggilan seluler, baik telepon maupun SMS.

SE tersebut mestinya berlaku pada hari ini, Kamis (1/9/2016). Namun Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo Noor Iza menyatakan bahwa kementerian memutuskan menunda pemberlakuan perhitungan baru itu.

Alasannya, menyesuaikan permintaan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Alasan lainnya, belum semua operator mengumpulkan dokumen penawaran interkoneksi (DPI).

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X