XL Kecewa Ada Operator yang Belum Setor Dokumen Tarif Interkoneksi

Kompas.com - 01/09/2016, 18:01 WIB
Teknisi sedang melakukan perawatan BTS XL di Yogyakarta XL AxiataTeknisi sedang melakukan perawatan BTS XL di Yogyakarta
|
EditorReza Wahyudi

JAKARTA, KOMPAS.com - XL Axiata (XL) dan Indosat Ooredoo (Indosat) menyatakan kekecewaannya soal sikap pemerintah yang terkesan tarik ulur terhadap penurunan tarif interkoneksi.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah mengumumkan penundaan berlakukan tarif interkoneksi baru dengan alasan ada operator yang belum mengumpulkan dokumen penawaran interkoneksi (DPI).

Alasan lain, belum digelarnya Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang kedua antara Menkominfo dengan Komisi 1 DPR yang sedianya akan digelar pada Selasa (30/8/2016) lalu.

XL dan Indosat keberatan terhadap penundaan tersebut. Kedua operator telekomunikasi ini mengaku tidak menerima surat resmi terkait penundaan penerapan tarif baru interkoneksi.

“Kami kecewa. Kami akan segera menyurati Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), meminta operator yang belum kumpulkan DPI dapat segera menyerahkannya,” tutur Vice President Corporate Communication XL Turina Farouk kepada awak media, di Jakarta, Kamis (1/9/2016).

“Kalau begini, mau tak mau kami harus menunggu sampai ada pernyataan resmi dari pemerintah (mengenai tarif baru),” imbuhnya.

DPI (Dokumen Penawaran Interkoneksi), yang berisi skema, tarif, dan layanan interkoneksi suatu operator, mestinya diserahkan kepada pemerintah dalam tenggat waktu tertentu. Namun saat ini, baru Indosat, XL, Hutchison Tri Indonesia, dan Smartfren yang menyerahkan.

Sementara itu, Telkomsel dan Telkom dengan tegas menolak menyerahkan DPI tersebut karena tidak setuju dengan perhitungan tarif interkoneksi yang baru.

Baca: Ini Alasan Telkomsel Belum Serahkan DPI

Turina berpendapat, bila masih ada operator yang belum mengajukan DPI, artinya proses pembahasan interkoneksi akan mandek. Operator yang sudah menyerahkan DPI pun tidak bisa membahas perjanjian kerja sama interkoneksi karena belum ada kesepakatan terhadap acuan tarif dari pemerintah.

CEO Indosat Alexander Rusli, dalam kesempatan berbeda, juga mengatakan hal serupa. Dia mengaku akan segera mengirimkan surat pada BRTI supaya meminta DPI dari dua operator yang belum menyerahkannya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X