Pre-order Galaxy Note 7 Batal, Ini Ganti Rugi dari Samsung

Kompas.com - 03/09/2016, 11:12 WIB
Bagian atas, terdapat kamera depan dan sensor pemindai retina mata Reza Wahyudi/Kompas.comBagian atas, terdapat kamera depan dan sensor pemindai retina mata
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com — Samsung Electronics Indonesia (SEIN) membatalkan transaksi pemesanan (pre-order) phablet Galaxy Note 7 untuk konsumen di Indonesia, menyusul banyaknya kasus yang melibatkan baterai perangkat di sejumlah negara.

Sebagai bentuk tanggung jawab, selain mengembalikan penuh biaya pre-order (refund) yang telah dikeluarkan konsumen, Samsung juga menyiapkan ganti rugi/kompensasi bagi pelanggan yang telah memesan Galaxy Note 7.

Lantas kompensasi apa yang dimaksud oleh Samsung?

Berdasar screenshot percakapan (live chat) di situs resmi Samsung antara konsumen dan customer service (CS), yang didapat KompasTekno dari sumber yang tidak mau disebut namanya, Sabtu (3/9/2016), Samsung memang menyediakan kompensasi yang menarik.

Kompensasi tersebut berupa voucher belanja senilai Rp 1 juta (tidak diketahui merchant-nya), dan cash back (diskon) Rp 2 juta jika pelanggan tersebut ingin membeli Galaxy Note 7 lagi saat produk tersebut tersedia di Indonesia.

Ist Screenshot percakapan antara pelanggan Samsung dengan customer service yang membahas kompensasi penarikan Galaxy Note 7 di Indonesia.

Sebelumnya, Samsung sudah membuka pre-order Galaxy Note 7 sejak awal Agustus lalu di Indonesia, dan menjanjikan unitnya bisa diterima pada 1 September. Dua hari menjelang pengiriman produk, Samsung mengumumkan penundaan pengiriman hingga 17 September.

Namun karena Samsung global kemudian memutuskan untuk me-recall semua unit Galaxy Note 7 yang beredar, baik yang di pasar atau tangan pengguna, maka sesi pre-order itu pun dibatalkan dan disusul dengan proses refund.

Recall karena baterai

Sebelumnya, Samsung global telah mengumumkan menghentikan produksi Galaxy Note 7 dan menarik peredarannya dari pasar, setelah ada laporan mengenai baterai yang bermasalah, seperti terbakar atau meledak, di beberapa negara.

"Kami telah melakukan investigasi menyeluruh dan menemukan kendala dalam baterai, bisa diperbaiki dengan menggantinya. Namun, kami juga akan mengajukan solusi untuk para konsumen," ujar juru bicara Samsung.

"Mengingat keamanan konsumen adalah prioritas utama bagi Samsung, maka kami harus menghentikan penjualan Galaxy Note 7," imbuh juru bicara tersebut.

Baca: Samsung Resmi "Recall" Galaxy Note 7

Untuk diketahui, di Indonesia, Galaxy Note 7 yang dijual seharga Rp 10.777.000 (versi 64 GB) itu ludes dipesan dalam waktu tiga hari semenjak sesi pemesanan dibuka pada 5 Agustus lalu.

Konsumen yang memiliki pertanyaan soal refund Galaxy Note 7 bisa menghubungi call center Samsung Indonesia di nomor toll free 0-800-112-8888 atau (021) 5699-7777, atau bisa juga melalui layanan live chat di situs Samsung Indonesia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

S Pen Kini Hadir Di Galaxy S21 Ultra, Bagaimana Nasib Galaxy Note?

S Pen Kini Hadir Di Galaxy S21 Ultra, Bagaimana Nasib Galaxy Note?

Gadget
Membandingkan Samsung Galaxy S21 Ultra dan S20 Ultra, Apa Saja Bedanya?

Membandingkan Samsung Galaxy S21 Ultra dan S20 Ultra, Apa Saja Bedanya?

Gadget
Ini Smartphone Terjangkau Terbaik untuk Sekolah dari Rumah Menurut Survei Pop ID

Ini Smartphone Terjangkau Terbaik untuk Sekolah dari Rumah Menurut Survei Pop ID

Gadget
Harga Charger Orisinal Samsung Galaxy S21 di Indonesia Jika Dibeli Terpisah

Harga Charger Orisinal Samsung Galaxy S21 di Indonesia Jika Dibeli Terpisah

Gadget
Pesan Berantai Ajak Pengguna WhatsApp Beralih ke Aplikasi Lain, Haruskah Diikuti?

Pesan Berantai Ajak Pengguna WhatsApp Beralih ke Aplikasi Lain, Haruskah Diikuti?

Software
Ini Beda Spesifikasi Samsung Galaxy S21, Galaxy S21 Plus, dan Galaxy S21 Ultra

Ini Beda Spesifikasi Samsung Galaxy S21, Galaxy S21 Plus, dan Galaxy S21 Ultra

Gadget
'Star Wars Battlefront II' Bisa Diunduh Gratis di Epic Games Store, Begini Caranya

"Star Wars Battlefront II" Bisa Diunduh Gratis di Epic Games Store, Begini Caranya

Software
Gempa Majene, Menara BTS Operator Seluler Kehilangan Pasokan Listrik PLN

Gempa Majene, Menara BTS Operator Seluler Kehilangan Pasokan Listrik PLN

e-Business
Data Ratusan Juta Pengguna Instagram, Facebook, dan LinkedIn Bocor

Data Ratusan Juta Pengguna Instagram, Facebook, dan LinkedIn Bocor

Internet
Qualcomm Caplok Startup Milik Perancang Chip Apple, Android Bakal Kalahkan iPhone?

Qualcomm Caplok Startup Milik Perancang Chip Apple, Android Bakal Kalahkan iPhone?

Gadget
Aturan Baru TikTok untuk Pengguna di Bawah 18 Tahun, Sejumlah Fitur Dibatasi

Aturan Baru TikTok untuk Pengguna di Bawah 18 Tahun, Sejumlah Fitur Dibatasi

Software
Xiaomi Masuk Daftar Cekal di AS, Dianggap Perusahaan Militer Komunis

Xiaomi Masuk Daftar Cekal di AS, Dianggap Perusahaan Militer Komunis

Gadget
Tidak Mau Pakai WhatsApp Lagi, Begini Cara agar Tidak Kehilangan Data dan Chat

Tidak Mau Pakai WhatsApp Lagi, Begini Cara agar Tidak Kehilangan Data dan Chat

Software
Spesifikasi Lengkap serta Harga Samsung Galaxy S21, S21 Plus, dan S21 Ultra di Indonesia

Spesifikasi Lengkap serta Harga Samsung Galaxy S21, S21 Plus, dan S21 Ultra di Indonesia

Gadget
Samsung Luncurkan Galaxy Smart Tag untuk Lacak Ponsel Hilang

Samsung Luncurkan Galaxy Smart Tag untuk Lacak Ponsel Hilang

Gadget
komentar di artikel lainnya
Close Ads X