Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Biaya Penarikan Galaxy Note 7 "Menyayat Hati" Samsung

Kompas.com - 06/09/2016, 09:48 WIB
Oik Yusuf

Penulis

Sumber Bloomberg

KOMPAS.com - Permasalahan baterai yang dikhawatirkan rawan terbakar menjegal kiprah Galaxy Note 7 di pasaran. Sebanyak 2,5 juta unit smartphone andalan baru Samsung itupun terpaksa ditarik dari pasaran. (Baca: Samsung Ganti Baru Semua Galaxy Note 7 di Pasaran)

Berapa biaya yang diperlukan untuk melakukan recall ini? Saat ditanya oleh wartawan dalam sebuah konferensi pers di Seoul, Korea Selatan, kepala bisnis smartphone Samsung Koh Dong Jin, hanya menyebutkan bahwa dampak finansial yang ditimbulkan “menyayat hati”.

Perkiraan Credit Suisse AG dan dua lembaga finansial lain menyebutkan bahwa ongkos penarikan Galaxy Note 7 di seluruh dunia bisa mencapai 1 miliar dollar AS atau lebih dari Rp 13 triliun, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Bloomberg, Selasa (6/9/2016).

Meski terdengar besar, jumlah kerugian finansial yang ditimbulkan recall Galaxy Note 7 diperkirakan tak sampai 5 persen dari potensi pendapatan bersih Samsung pada 2016, yang diproyeksikan mencapai kisaran 23 triliun Won atau sekitar 20,6 miliar dollar AS.

Tak dijelaskan apakah Samsung SDI Co, pabrikan rekanan baterai Galaxy Note 7 yang bermasalah, akan ikut menanggung ongkos tersebut atau tidak.

Samsung SDI memasok 70 persen baterai untuk unit-unit Galaxy Note 7 yang diproduksi. Sebanyak 30 persen sisanya dibuat oleh perusahaan China, Amperex Technology Ltd. (Baca: Galaxy Note 7 Versi China Tidak Ikut Meledak)

Jumlah Galaxy Note 7 yang terdampak masalah baterai diperkirakan hanya 0,1 persen dari keseluruhan unit yang terjual. Tapi Samsung tak mau mengambil risiko. Hingga minggu kemarin, tercatat sudah terjadi sebanyak 35 kasus Galaxy Note 7 terbakar saat diisi baterainya.

Baca: Bagaimana Nasib Pemesan Galaxy Note 7 di Indonesia?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
Sumber Bloomberg
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com