Kompas.com - 07/09/2016, 15:05 WIB
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Insiden baterai meledak pada Galaxy Note 7 agaknya mengikis kepercayaan Samsung terhadap anak perusahaannya sendiri, Samsung SDI. Pasalnya, Samsung SDI merupakan penyuplai baterai untuk 70 persen Galaxy Note 7 yang telah diproduksi.

Menurut sumber dalam, Samsung akan menyetop kontribusi Samsung SDI dalam memasok baterai pada Galaxy Note 7 keluaran berikutnya.

"Sebagai tindak lanjut isu baterai, Samsung memutuskan untuk sementara tidak menggunakan baterai dari Samsung SDI pada Galaxy Note 7," kata sumber tersebut, sebagaimana dilaporkan KoreaHerald dan dihimpun KompasTekno, Rabu (7/9/2016).

Selama ini, pabrikan Korea Selatan semacam Samsung dan LG kerap memproduksi sendiri komponen pada lini smartphone mereka, mulai dari baterai, layar, memori, RAM, hingga prosesor. Biasanya produksi itu ditangani anak usaha langsung atau perusahaan yang masih berafiliasi.

Pada kasus Galaxy Note 7, baterai disuplai oleh dua perusahaan. Samsung SDI dominan dengan memproduksi baterai sebanyak 70 persen dari jumlah perangkat yang beredar. Sementara itu, sisanya 30 persen ditangani manufaktur China bernama ATL.

Ironisnya, justru baterai buatan ATL yang sama sekali tak bemasalah. Persentase 70 persen baterai yang dibuat Samsung SDI setara dengan 2,5 jutaan Galaxy Note 7 yang ditarik dari pasaran. (Baca: Galaxy Note 7 Versi China Dijamin Anti-meledak)

Setelah ini, belum jelas apakah ATL akan dipercaya penuh untuk membuat baterai bagi semua Galaxy Note 7 keluaran selanjutnya atau tidak.

Yang jelas, kerugian Samsung karena insiden ini ditaksir mencapai 1 miliar dollar AS atau lebih dari Rp 13 triliun. Kendati begitu, jumlah kerugian finansial itu diperkirakan tak sampai 5 persen dari potensi pendapatan bersih Samsung pada 2016. (Baca: Biaya Penarikan Galaxy Note 7 Menyayat Hati Samsung)

Sebenarnya kerugian yang paling besar berasal dari sisi kepercayaan konsumen maupun rekanan. Baru-baru ini, Oculus mengimbau agar tak menjajal Gear VR pada Galaxy Note 7.

Gear VR sendiri merupakan perangkat realitas virtual yang dikembangkan Samsung dengan sokongan software dari Oculus. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.