Mengapa Baterai Ponsel Bisa Meledak?

Kompas.com - 08/09/2016, 19:53 WIB
Bagian putih pada ujung kabel charger Samsung Galaxy Note 7 ini merupakan sambungan adapter Micro USB to USB tipe C PhandroidBagian putih pada ujung kabel charger Samsung Galaxy Note 7 ini merupakan sambungan adapter Micro USB to USB tipe C
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Mengisi ulang daya pada baterai ponsel sejatinya merupakan kegiatan biasa dan tak menyimpan bahaya. Namun, jika terjadi masalah pada saat pengisian tersebut, efeknya seringkali cepat dan fatal.

Contoh nyatanya kasus yang terjadi baru-baru ini. Sejumlah pengguna Samsung Galaxy Note 7 melaporkan ponsel mereka meledak atau terbakar saat sedang melakukan pengisian daya.

Samsung pun langsung bertindak cepat. Perusahaan asal Korea Selatan itu menarik seluruh unit Galaxy Note 7 yang beredar di seluruh dunia, dan menawarkan pengganti pada pengguna yang memesan atau telah membelinya.

Reaksi Samsung memang terlihat heboh, mengingat skala penarikan unitnya yang begitu besar. Tapi di balik semua itu, sebenarnya penyebab ledakan masih belum jelas.

Bila memang ledakan disebabkan oleh baterai, sebagaimana dilansir KompasTekno dari Wired, Kamis (8/9/2016), sejumlah hal ini akan merangkum alasan terjadinya peristiwa tersebut.

Alasan baterai meledak

Baterai lithium ion, terutama yang tidak diproduksi dengan baik, memang cenderung berpotensi meledak atau terbakar. Penyebabnya adalah reaksi kimia yang terjadi di dalam baterai.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Singkatnya, dalam baterai tersebut terdapat arus listrik yang mengalir, dari anoda (kutub negatif) menuju katoda (kutub positif) dan melintasi elektrolit yang ada di antaranya. Aliran ini biasanya selalu lancar, tanpa masalah. Tapi ketika terjadi masalah di tengahnya, efeknya akan fatal.

“Ada beberapa hal berbahaya yang bisa terjadi,” terang Director of The Joint Center for Energy Storage Research di Argonne National Lab, George Crabtree.

“Salah satunya, Anda bisa saja kelebihan daya (overcharge), lalu terjadi panas berlebih yang selanjutnya memicu reaksi kimia di anoda,” imbuhnya.

Bisa juga terjadi sebaliknya, yaitu saat baterai sedang dipakai seperti biasa dan terjadi kelebihan panas yang memicu reaksi kimia di katoda.

Reaksi kimia tersebut, baik di anoda atau katoda, bisa terakumulasi hingga membuat suhu baterai naik. Ketika suhu semakin tinggi, sekitar 150 derajat celcius, maka baterai akan terbakar.

Soal baterai Samsung

Kendati baterai lithium ion memiliki potensi terbakar dan meledak, sebenarnya peristiwa ini jarang terjadi.

Samsung, dan para pemasok bahan baku mereka mengetahui soal potensi terbakar ini, dan biasanya mereka memasang alat yang dapat mengantisipasinya.

“Di dalam baterai terdapat chip yang melindungi sirkuit dan dirancang untuk mencegah kejadian itu (baterai terbakar atau meledak),” terang CEO iFixit, Kyle Wiens, yang telah membongkar dan meneliti sendiri komponen dalam Galaxy Note 7.

“Tak ada sesuatu yang baru. Bagian dalam Galaxy Note 7 tidak mengandung hal tidak banyak berbeda dibandingkan versi sebelumnya,” imbuh Wiens.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Sumber Wired
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.