Kompas.com - 09/09/2016, 08:10 WIB
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Dalam kurun waktu dua pekan, puluhan Samsung Galaxy Note 7 dilaporkan meledak. Kali ini, insiden serupa diduga kembali terjadi di Florida, AS.

Cerita bermula saat Nathan Dornacher dan keluarganya terkejut melihat mobil mereka, Jeep Grand Cherokee, terbakar tiba-tiba. Di dalam mobil, Dornacher meninggalkan Galaxy Note 7 miliknya dalam keadaan di-charge di konsol tengah mobil.

Inisden ini terjadi pada akhir pekan lalu, ketika Dornacher dan keluarga baru tiba di rumah setelah berbelanja, sebagaimana dilaporkan Gizmodo dan dihimpun KompasTekno, Jumat (9/9/2016).

Saat itu Dornacher sedang mengangkut meja belajar baru untuk sang buah hati. Ia membiarkan ponsel di dalam mobil karena masih harus menurunkan banyak belanjaan.

Ketika Dornacher menaruh meja ke dalam rumah, ia meminta sang anak yang berumur delapan tahun untuk mengecek sebuah barang di mobil. Sang anak kaget dan memanggil Dornacher.

Pria tersebut tak kalah kaget saat melihat kondisi mobilnya yang sedang dilahap api. Ia pun bergegas memanggil petugas pemadam kebakaran.

Dalam waktu relatif singkat, api di sekujur tubuh mobil Dornacher berhasil dipadamkan. Hanya saja, mobil itu terlanjur hangus terbakar dan tak dapat digunakan lagi.

Baca: Galaxy Note 7 Terbakar, Pemilik Diminta Bayar Rp 18 Juta

Perwakilan Samsung mengatakan insiden Dornacher masih harus diinvestigasi lebih lanjut. "Kami pastikan akan membantu sebisa kami," kata dia.

Sementara itu, Dornacher mengatakan semua premis merujuk pada Galaxy Note 7 sebagai penyebab ledakan. Ia juga protes terhadap sikap salah satu customer service Samsung.

"Samsung membuat saya geram setelah berbincang satu jam di telepon. Saya tak akan menelepon lagi. Ini saatnya mencari pengacara," ia menuturkan.

Tanggapan Samsung

Kasus teranyar ini belum bisa dipastikan sebagai ulah tunggal Galaxy Note 7. Sebab, tak ada saksi langsung ketika ponsel meledak.

Meski demikian, Samsung melalui juru bicara resminya mengatakan mengetahui insiden tersebut, dan telah berkomunikasi dengan pemilik mobil untuk menginvestigasi kasus tersebut.

"Kami akan membantu sebisa kami," ujar juru bicara tersebut, seperti dikutip KompasTekno dari Fox32 Chicago.

Samsung juga mendorong agar konsumen yang telah memiliki Galaxy note 7 di AS mengikuti Product Exchange Program yang diumumkan sejak minggu lalu. Program tersebut akan mengganti Galaxy Note 7 dengan unit baru yang tidak bermasalah baterainya.

Minggu lalu, Samsung telah mengumumkan penarikan semua unit Galaxy Note 7, baik yang sudah berada di tangan konsumen, gudang dan peritel. Pemilik Galaxy Note 7 diminta mengembalikan ponsel tersebut dan dijanjikan akan mendapat unit baru.

Sebanyak 2,5 juta unit Galaxy Note 7 ditarik dari pasaran karena kendala pada baterai. Pabrikan Korea Selatan itu menjanjikan kompensasi ke pengguna atas ketidaknyamanan ini.

Baca: Pre-order Galaxy Note 7 di Indonesia Batal, Ini Ganti Rugi dari Samsung

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Sumber Gizmodo
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.