Menkominfo Ingin Hapus Uji Sertifikasi Ponsel

Kompas.com - 13/09/2016, 14:03 WIB
Kemasan kemudian diperiksa di bagian Quality Control, petugas berperan layaknya pengguna pertama memeriksa kelengkapan dan menguji fungsi-fungsi smartphone sebelum akhirnya dikemas kembali. Reska K. Nistanto/KOMPAS.comKemasan kemudian diperiksa di bagian Quality Control, petugas berperan layaknya pengguna pertama memeriksa kelengkapan dan menguji fungsi-fungsi smartphone sebelum akhirnya dikemas kembali.
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara ingin agar ponsel-ponsel keluaran terbaru bisa cepat beredar di pasar Indonesia. Oleh karena itu, Rudiantara mengeluarkan wacana penghapusan uji sertifikasi telepon seluler, terutama untuk merek-merek global (global brand) pada Januari 2017 mendatang.

"Rencananya mulai Januari 2017, tidak perlu proses sertifikasi (untuk) brand global. Katakanlah brand besar iPhone, Samsung," ujar Rudiantara di sela acara Diklat Manajemen Perubahan di Jakarta, seperti dikutip KompasTekno dari Antara, Selasa (13/9/2016).

"Memang balai uji kita lebih canggih dari (balai uji milik) brand global?" imbuh Rudiantara.

Ia menilai, balai uji merek global jauh lebih mumpuni. Sehingga menurut dia, bila suatu barang lulus standarisasi internasional, dapat segera dirasakan oleh masyarakat atau diimpor ke Indonesia tanpa melalui birokrasi panjang.

Untuk melindungi konsumen, Kementerian Komunikasi dan Informatika nantinya akan melakukan kerja sama dengan Kementerian Perdagangan melakukan uji petik di pasar.

"Brand ini spesifikasinya memenuhi standar internasional, nanti kita lakukan pengecekan di pasar bersama Kementerian Perdagangan," kata Rudiantara.

Mempercepat ponsel baru beredar di Indonesia

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menteri mengatakan, dengan penghapusan uji sertifikasi pada ponsel tersebut akan semakin memperlancar arus teknologi yang masuk sehingga masyarakat lebih diuntungkan.

Menurut dia, saat ini untuk sertifikasi dibutuhkan sekitar satu bulan sebelum ponsel tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat. Hal ini merugikan, karena teknologi terkini yang ada di dalam ponsel tersebut, baik aplikasi, maupun fitur lainnya terlambat dimanfaatkan.

Padahal, dengan teknologi-teknologi yang baru tersebut diharapkan masyarakat dapat segera memanfaatkan sehingga semakin mendorong dan mendukung perkembangan perekonomian.

Halaman:


Sumber ANTARA
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.