Kompas.com - 13/09/2016, 19:11 WIB
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Ledakan Samsung Galaxy Note 7 kembali menelan korban. Kali ini, seorang bocah berusia 6 tahun, asal Brooklyn, dilaporkan menderita luka bakar karena ponsel itu meledak saat digenggam.

Peristiwa nahas ini bermula saat sang bocah sedang memainkan ponsel tersebut di rumahnya, di wilayah perumahan East Flatbush, Brooklyn, New York, Amerika Serikat. Tak dinyana, ponsel dalam genggamannya mendadak terbakar.

“Anak itu sedang menonton video saat baterai ponselnya tiba-tiba meledak,” terang Linda Lewis, nenek dari sang bocah.

Tidak ada keterangan apakah Galaxy Note 7 itu meledak saat diisi ulang daya baterainya atau tidak. Sebab, selama ini kasus Galaxy Note 7 yang meledak kebanyakan terjadi saat diisi ulang baterainya/di-"charge".

Sebagaimana dilansir KompasTekno dari New York Post, Selasa (13/9/2016), keluarga sang bocah pun sigap dan langsung menghubungi nomor darurat. Selanjutnya, bocah itu langsung dibawa ke Downstate Medical Center untuk mendapat pengobatan.

“Sekarang dia sudah pulang. Tapi (ketakutan) tidak mau melihat atau mendekati ponsel apa pun. Dia terus saja menangis,” imbuh sang nenek.

Dia juga mengaku bahwa keluarga sang bocah telah menghubungi Samsung terkait peristiwa tersebut, namun mereka enggan berkomentar lebih jauh.

Beberapa pekan belakangan, muncul sejumlah laporan yang mengenai Samsung Galaxy Note 7 yang terbakar atau meledak. Pasca peristiwa itu, raksasa elektronik Korea Selatan ini pun langsung mengumumkan recall (penarikan), baik pada unit yang sudah terjual atau berada di gudang distributor.

Samsung pun telah mengeluarkan himbauan agar pemilik Galaxy Note 7 berhenti menggunakan ponsel tersebut dan menukarnya dengan yang baru.

Total ada 2, 5 juta unit ponsel yang ditarik Samsung di seluruh dunia. Selain itu, Samsung juga menjanjikan ganti rugi pada para pemilik atau pemesan Galaxy Note 7.

Credit Suisse AG dan dua lembaga finansial lain memperkirakan bahwa ongkos penarikan seluruh unit Galaxy Note 7 itu bisa mencapai 1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 13 triliun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.