Kemenkominfo: Uang Transaksi Google di Indonesia Lari ke Singapura

Kompas.com - 16/09/2016, 11:20 WIB
Cetakan-cetakan batik cap aneka pola menghiasi logo Google di kantornya di Indonesia Oik Yusuf/Kompas.comCetakan-cetakan batik cap aneka pola menghiasi logo Google di kantornya di Indonesia
|
EditorReza Wahyudi

JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) ikut bicara terkait isu pajak Google Indonesia. Juru bicara kementerian mengatakan, saat ini Google baru berupa kantor perwakilan saja dan hilir mudik transaksi pun dilakukan di Singapura.

Di Indonesia, menurut Plt Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo Noor Iza, Google justru melarikan uang transaksinya ke Singapura sehingga setiap transaksi tersebut lolos dari pajak.

“Coba cek. Pool (Google) kawasan Asia Pasifik itu ke satu negara. Google itu transaksinya diarahkan ke Google Inc yang berada di Singapura,” ujar Noor.

Baca: Google, Facebook, dan OTT Asing Gondol Rp 14 Triliun Keluar Indonesia

“Kita berharap Google akan bisa arif dalam masalah bisnis ini dan memberikan kesetaraan. Transaksi-transaksi jangan di-pool di negara tertentu saja, yang (berakibat) merugikan negara-negara yang memberikan expenditure-nya ke Google,” ujarnya.

Noor Iza mengakui raksasa mesin pencari itu sudah membentuk perusahaan lokal atas nama PT Google Indonesia. Namun, hal itu tidak berarti perusahaan sudah membentuk badan usaha tetap (BUT) dan taat pajak.

“(PT Google Indonesia) itu hal yang berbeda. BUT memang bisa berbentuk apa saja, ini istilah dari permanent establishment. Tapi Google Indonesia itu perusahaan, badan hukum, bisa saja cuma sebagai perwakilan. Jadi belum tentu BUT,” ujarnya saat dihubungi KompasTekno, Jumat (16/9/2016).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Noor menambahkan, saat ini para petinggi Google sudah melirik Indonesia sebagai negara yang mempunyai peran penting. Lebih kurang, posisi Indonesia bisa disamakan dengan India dan Brasil.

Pemerintah juga telah meminta Google agar memperlakukan pajak yang setara dengan dua negara tersebut. Pasalnya di India, raksasa internet ini mau menjadi perusahaan dengan status BUT.

Transaksi-transaksi iklan di India pun dialirkan ke Google India, lalu dikenakan pajak oleh negara. Bahkan persentase pajak itu disebut-sebut cukup besar.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.