Belum Ditarik, Iklan "Zombi" Grab yang Lecehkan Ojek Pangkalan

Kompas.com - 20/09/2016, 17:13 WIB
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com — Iklan kontroversial #PilihAman belum juga dicabut dari channel YouTube resmi Grab Indonesia. Padahal, iklan berdurasi 45 detik itu dibanjiri cibiran pedas netizen.

Warga maya menganggap iklan tersebut melecehkan jasa ojek pangkalan. Selain itu, gadis remaja yang mula-mula mulus lalu berubah bak zombi dianggap mengerikan dan tak aman untuk konsumsi visual anak-anak.

Tampilan serupa zombi itu menggambarkan kondisi seseorang pasca-kecelakaan lalu lintas jika memilih transportasi yang tak aman.

Pantauan KompasTekno, Selasa (20/9/2016) pukul 17.00 WIB, iklan masih terpampang di semua akun media sosial Grab. Sumbernya dari YouTube, lalu disematkan ke Facebook dan Twitter resmi Grab.

Di YouTube, sebanyak 1.400 netizen melayangkan jempol bawah yang menandakan ketidaksukaan pada iklan video zombi itu. Cuma 900-an netizen yang memberi jempol ke atas sebagai wujud rasa suka.

"Dear Grab, lo salah pilih agency, mending pindah cari agency lain, idenya nggak banget. gak sehat banget jatohin image ojek pangkalan, bisa lah harusnya pake ide yg lebih berkelas dan sehat kalo mau bersaing. Dear agency yg buat iklan ini, lo fikir ini keren? FAIL. customer malah males naik grab kalo idenya begini," begitu salah satu komentar yang tercantum pada video #PilihAman di YouTube.

Sejauh ini, sudah 984.000-an kali video itu ditonton sejak diunggah pertama kali pada Minggu (18/9/2016). Di Facebook, sebanyak 18 emoji marah dicantumkan netizen sebagai respons iklan video teranyar Grab. Komentar-komentar di Facebook pun tak kalah nyinyir.

Terakhir, #PilihAman di Twitter ternyata sudah direvisi. Iklan tak lagi berdurasi 45 detik, tetapi cuma 15 detik. Scene gadis remaja berubah jadi zombi telah dihapus.

Namun, apa daya, netizen sudah telanjur lekat dengan iklan yang pertama kali diunggah. Komentar tak menyenangkan tetap mengalir deras di mikroblog berlogo burung itu.

KompasTekno sudah menghubungi pihak Grab soal kontroversi iklan #PilihAman. Hingga kini, perwakilan layanan ride-sharing asal Malaysia tersebut berdalih belum bisa mengeluarkan tanggapan resmi.

Melecehkan ojek pangkalan

Video #PilihAman yang dibuat Grab Indonesia menampilkan seorang remaja perempuan bernama Dinda yang sedang berjalan. Tiba-tiba, sekujur tubuh Dinda dibalut luka bekas kecelakaan.

Untuk menjelaskan konteksnya, ada voice-over lelaki yang menjadi ayah Dinda. Voice-over itu mengindikasikan Dinda berisiko mengalami kecelakaan jika memilih transportasi yang tak aman.

Hal itu diperkuat frame dua lelaki yang dikesankan sebagai pengendara ojek tradisional di pangkalan ojek. Keduanya memanggil Dinda, tetapi sang remaja putri itu memilih membuka aplikasi Grab lewat smartphone untuk memesan ojek yang diklaim aman.

"Pengemudi GrabBike 100 persen lulus pelatihan keselamatan berkendara," begitu copy iklan yang dicantumkan. Kemudian, kalimat penutupnya berbunyi "karena Anda tak tergantikan".

Iklan tersebut bisa diartikan, pengguna dianjurkan menggunakan layanan ojek motor dari Grab dan, jika memilih ojek pangkalan, nasibnya bisa mengalami kecelakaan.

Update: Menurut pantauan KompasTekno sekitar pukul 18.00 WIB, iklan ini sudah dicabut dari channel resmi YouTube Grab Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.