Kompas.com - 28/09/2016, 13:53 WIB
|
EditorDeliusno

KOMPAS.com - WhatsApp telah menyebar pemberitahuan kepada pengguna, bahwa data mereka akan dibagikan kepada Facebook, perusahaan induk pemiliknya saat ini. Banyak pengguna WhatsApp yang tidak suka kala itu, menganggap layanan pesan instan itu ingkar janji.

Baca: Ada Pesan Penting Saat Buka WhatsApp Hari Ini

Kini, pemerintah Jerman juga merasakan hal yang sama. Salah satu anggota komisi perlindungan data di kota Hamburg meminta Facebook untuk berhenti mengumpulkan dan menyimpan data melalui WhatsApp di Jerman.

Dikutip KompasTekno dari New York Times, Rabu (28/9/2016), regulator di Jerman juga meminta jejaring sosial buatan Mark Zuckerberg itu menghapus semua informasi yang telah diteruskan dari WhatsApp, untuk sekitar 35 juta penggunanya di Jerman.

Baca: Ingkar Janji, WhatsApp Bakal Dituntut

"Harusnya keputusan mereka sendiri (pengguna) apakah ingin terhubung dengan akun Facebook mereka atau tidak," ujar Johannes Caspar, Komisioner Data Protection di Hamburg.

"Karena itu, Facebook harus meminta izin lebih dahulu, ini tidak boleh terjadi," lanjutnya.

Untuk diketahui, WhatsApp telah menampilkan pemberitahuan dan memberikan opsi apakah penggunanya ingin membagi datanya dengan Facebook atau tidak.

Baca: Resmi, WhatsApp Serahkan Data ke Facebook

Pengguna yang terlanjur memilih untuk membagi datanya dengan Facebook juga diberi kesempatan untuk mengubah pilihannya itu hingga akhir September ini.

Facebook membela diri dengan mengajukan argumen bahwa pembagian data antara WhatsApp dan Facebook sudah sesuai dengan undang-undang privasi di Eropa. Facebook akan bekerja sama dengan regulator untuk mengatasi keberatan ini.

Regulator Hamburg memiliki otoritas atas aktivitas Facebook di Jerman, sebab anak usaha Facebook di Jerman berkantor di kota tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.