BlackBerry Gandeng Tiphone Rakit Ponsel Android di Indonesia

Kompas.com - 29/09/2016, 10:36 WIB
|
EditorDeliusno

KOMPAS.com — BlackBerry Limited membentuk perusahaan joint venture di Indonesia, bernama PT BB Merah Putih. Selanjutnya, perusahaan tersebut akan berperan memproduksi dan memasarkan handset Android BlackBerry di Indonesia.

Untuk memproduksi handset, BB Merah Putih bekerja bersama dengan vendor ponsel lokal, PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk, yang juga tergabung dalam joint venture tersebut. Perakitannya bakal dikerjakan langsung di Indonesia.

Perusahaan joint venture ini dan afiliasinya secara total memiliki hampir setengah dari pasar mobile di Indonesia. Tiphone adalah afiliasi dari PT Telkom, operator terbesar di Indonesia.

Dok. BlackBerry Ralph Phini, COO dan General Manager for Devices, Blackberry.
"BB Merah Putih terdiri dari perusahaan dengan latar belakang yang kuat dalam menyediakan layanan mobile yang inovatif kepada para pelanggannya," ujar CEO BlackBerry, John Chen, dalam keterangan tertulis yang diterima KompasTekno, Rabu (28/9/2016).

"Joint venture yang baru terbentuk ini sebagai kemitraan sempurna untuk menawarkan software untuk mobile BlackBerry yang aman dan terpercaya, tersedia secara eksklusif bagi konsumen Indonesia," lanjutnya.

Baca: BlackBerry Berhenti Produksi Ponsel Sendiri

Sementara itu, menurut Tiphone, BlackBerry merupakan salah satu merek yang dipercaya dan dihormati di Indonesia. Oleh karena itu, perusahaan tersebut memutuskan untuk tergabung dalam perusahaan joint venture BB Merah Putih tersebut.

Lebih lanjut, perangkat bikinan BB Merah Putih akan menjalankan software Android bikinan BlackBerry.

“Memanfaatkan software Android BlackBerry yang aman akan menjadi kesempatan yang sangat berarti bagi kami, dan kami berharap untuk menghasilkan perangkat inovatif dan berkualitas tinggi bagi para pelanggan kami di Indonesia,” kata CEO PT Tiphone Mobile Indonesia, Tbk, Tan Lie Pin.

Sebelumnya, BlackBerry menyatakan telah "melempar handuk putih" alias menyerah dalam memproduksi handset BlackBerry. Pihak tersebut pun memutuskan untuk menutup bisnis ponselnya.

Keputusan BlackBerry untuk berhenti membuat handset dan meng-outsource ke rekanan diambil setelah gagal memasarkan produk smartphone Android sendiri untuk mengembalikan minat pengguna.

Baca: BlackBerry Akan Rakit Ponsel Android di Indonesia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.