Kompas.com - 29/09/2016, 16:08 WIB
CEO Apple Tim Cook berbicara dalam acara yang diselenggarakan Apple di Flint Center for the Performing Arts, di Cupertino, California, Amerika Serikat, Selasa (9/9/2014). Pada acara itu Apple meluncurkan Apple Watch dan dua iPhone terbaru, iPhone 6 dan iPhone 6 plus. GETTY IMAGES / AFP PHOTO / JUSTIN SULLIVANCEO Apple Tim Cook berbicara dalam acara yang diselenggarakan Apple di Flint Center for the Performing Arts, di Cupertino, California, Amerika Serikat, Selasa (9/9/2014). Pada acara itu Apple meluncurkan Apple Watch dan dua iPhone terbaru, iPhone 6 dan iPhone 6 plus.
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com — Setelah sempat berjuang untuk bangkit kembali, BlackBerry akhirnya "melempar handuk putih", menutup divisi ponselnya dan tidak lagi memproduksi handset sendiri. Merek smartphone BlackBerry dialihdayakan (outsource) ke pihak lain.

Ketika dimintai tanggapan soal keputusan BlackBerry yang pergi ke luar gelanggang, CEO Apple Tim Cook mengomentari posisi BlackBerry di pasaran smartphone yang selama beberapa tahun terakhir tergeser oleh pemain lain di pasaran.

“Saya pikir penjualan mereka sudah cukup rendah belakangan ini,” kata Cook kepada Financial Times, sebagaimana dirangkum KompasTekno, Kamis (29/9/2016).

Sementara itu, dalam waktu yang hampir bersamaan dengan publikasi “lempar handuk” BlackBerry, Apple mengumumkan kemitraan dengan firma layanan enterprise, Deloitte.

Tumbangnya BlackBerry dipandang sebagai peluang besar Apple untuk merangsek ke ranah ponsel bagi kalangan bisnis yang selama ini identik dengan BlackBerry.

Baca: BlackBerry Berhenti Produksi Ponsel Sendiri

“Peluangnya bagi kami adalah mengembangkan bagaimana ponsel dipakai,” ujar Cook. “Jadi mereka bisa digunakan lebih dari sekadar e-mail, browsing, berkirim pesan, dan mengatur kalender.”

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Apple kini menguasai 13,8 persen pasaran smartphone global, sedangkan BlackBerry hanya 0,1 persen. Sisanya, dikuasai oleh Android dari berbagai merek dengan pangsa pasar 86,2 persen.

Dunia smartphone masa kini praktis hanya berisi dua pemain, yakni Apple (iOS) dan Google (Android). Pangsa pasar gabungan dua pelaku lainnya, yakni BlackBerry dan Microsoft (Windows), jika digabungkan, tak sampai 1 persen.

Ponsel BlackBerry sendiri akan terus eksis. Namun, seperti disebutkan di atas, pembuatannya tak ditangani langsung oleh BlackBerry sendiri, tetapi oleh pihak rekanannya.

Sejauh ini, BlackBerry baru mengumumkan satu perusahaan rekanan yang akan memproduksi handset Androidnya, yakni PT BB Merah Putih di Indonesia, melalui sistem outsource.

Baca: BlackBerry Gandeng Tiphone Rakit Ponsel Android di Indonesia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.