Google Lindungi Jurnalis dari Serangan Cyber Terbesar Sepanjang Sejarah

Kompas.com - 02/10/2016, 10:05 WIB
ilustrasi BBCilustrasi
Penulis Oik Yusuf
|
EditorDeliusno

KOMPAS.com - Minggu lalu, situs milik jurnalis spesialis keamanan internet Brian Krebs mengalami serangan setelah menurunkan laporan tentang penjual jasa hacking vDOS asal Israel. Penyerangan dengan modus distributed denial of service ( DDoS) itu disebut sebagai serangan terbesar sepanjang sejarah.

DDoS adalah teknik membanjiri situs web dengan trafik palsu dari komputer yang terinfeksi “bot” sehingga tak bisa diakses oleh pengunjung dan menyebabkan overload server.

Penyedia layanan cloud hosting Akamai Technologies yang menaungi situs Krebs di alamat Krebsonsecurity.com akhirnya menyerah. Situs web itu pun tumbang.

Namun keadaan tersebut tak berlangsung lama. Awal minggu ini, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Fortune, Minggu (2/10/2016), situs Krebs sudah kembali online, setelah dia memperoleh “bekingan” dari Google.

“Dengan senang hati saya  mengumumkan bahwa situs sudah bisa diakses kembali. Kali ini di bawah Project Shield,” tulis Krebs dalam sebuah posting.

Project Shield adalah proyek yang dijalankan oleh perusahaan induk Google, Alphabet, melalui salah satu subsidiary bernama Jigsaw.

Project Shield bertujuan melindungi kebebasan berekspresi di internet, baik yang diutarakan oleh jurnalis, pihak lain, seperti blogger atay aktivis hak asasi manusia, atau situs poling politik supaya tak diberangus oleh pihak lain yang tidak suka dengan isi situs web.

Situs yang bernaung di bawah Project Shield dilindungi dari serangan DDoS dengan beberapa mekanisme, termasuk menyaring trafik dan menyediakan fasilitas caching website di server Google untuk “menyerap” gelombang serangan.

Google menyediakan layanan Project Shield secara cuma-cuma alias gratis.

Serangan terbesar

Brian Krebs Blogger Sekuriti veteran Brian Krebs
Krebs tak menyalahkan Akamai yang “membuang” situsnya dari jaringan karena serangan tersebut demikian dahsyatnya sehingga bisa ikut merugikan pengguna lain apabila Akamai tetap bertahan.

Bahkan, banjir DDoS ke situs Krebs tercatat sebagai yang terbesar sepanjang sejarah Akamai dengan angka 620 Gbps, jauh di atas rekor sebelumnya sebesar 363 Gbps.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Fortune
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X