Aksi Peretasan 500 Juta Akun Yahoo Aslinya Lebih Parah?

Kompas.com - 03/10/2016, 08:18 WIB
Logo Yahoo YahooLogo Yahoo
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Beberapa waktu lalu, Yahoo mengumumkan kejadian peretasan yang menimpanya pada akhir 2014 silam. Para hacker yang terlibat ketika itu disebut berhasil membawa kabur data 500 juta akun pengguna layanan Yahoo.

Peretasan tersebut baru terendus belakangan, yakni Agustus lalu ketika seorang kriminal siber bernama “Peace” menjual data 200 juta pengguna Yahoo di dark web alias pasar gelap internet. (Baca: Data Pribadi 500 Juta Pengguna Yahoo Bocor)

Informasi terbaru berdasarkan keterangan dari sumber internal, data pengguna Yahoo yang bocor jauh di atas angka 500 juta. Sumber tersebut mengklaim bahwa jumlah data pengguna yang sebenarnya berhasil dibobol, yaitu antara 1 hingga 3 miliar.

Menurut sang sumber yang tidak disebutkan namanya itu, hacker bisa membobol sejumlah besar data karena semua produk Yahoo tersambung ke satu pusat basis data.

“Saya percaya angkanya lebih besar daripada yang dilaporkan,” kata sang sumber, seorang mantan eksekutif Yahoo yang tak lagi bekerja di sana tapi mengklaim masih berhubungan dengan para pegawai perusahaan tersebut.

Basis data sentral Yahoo ini menghubungkan aneka layanan online Yahoo, seperti Mail, Finance, dan Sport di satu tempat. Karenanya, data pengguna yang tersimpan di dalamnya sangat banyak.

Seperti dirangkum KompasTekno dari Business Insider, Senin (3/10/2016), sang sumber menuturkan bahwa pada 2014 ketika peretasan itu terjadi, basis data Yahoo menyimpan antara 700 juta hingga 1 miliar pnegguna aktif bulanan, berikut dengan data pengguna lain yang tidak aktif tapi belum dihapus.

Pada akhir 2013, CEO Marissa Mayer memang sempat mengumumkan pihaknya memiliki pengguna aktif bulanan global sebesar 800 juta.

Basis data utama Yahoo masih digunakan sebagai sarana penyimpan data login pengguna.“Itulah yang berhasil dibobol,” kata si mantan eksekutif,  

Yahoo tidak mengungkapkan bagaimana hacker berhasil meretas sistemnya. Yang jelas, Yahoo telah meminta seluruh pengguna untuk mengganti password sebagai tindakan pencegahan usaha pencurian data.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X