XL Jamin Interkoneksi dan "Network Sharing" Tak Picu Perang Tarif

Kompas.com - 07/10/2016, 14:14 WIB
CEO XL Axiata, Dian Siswarini, Jumat (7/10/2016) usai pelantikan pejabat eselon I Kemenkominfo di Gedung Serbaguna Kemenkominfo, Jakarta. Fatimah Kartini Bohang/kompas.comCEO XL Axiata, Dian Siswarini, Jumat (7/10/2016) usai pelantikan pejabat eselon I Kemenkominfo di Gedung Serbaguna Kemenkominfo, Jakarta.
|
EditorReska K. Nistanto

JAKARTA, KOMPAS.com - CEO XL Axiata, Dian Siswarini, menjamin pihaknya tak bakal memicu perang tarif seluler menyusul ancang-ancang revisi PP No. 52 dan 53 Tahun 2000. Dua Peraturan Pemerintah tersebut di antaranya mengatur soal interkoneksi dan network sharing.

"Nggak ada hubungannya aturan itu dengan perang harga. Karena yang kami harapkan itu bukan penghematan cost, tapi perluasan coverage secara efisien," kata dia usai pelantikan tujuh pejabat Eselon I Kemenkominfo, Jumat (7/10/2016) di Ruang Serbaguna Kemenkominfo, Jakarta Pusat.

Dian mencontohkan, jika sebelumnya anggaran senilai Rp 7 triliun bisa digunakan untuk membangun 5000 base station baru di beberapa wilayah, maka network sharing alias penggunaan jaringan bersama bisa menghasilkan fungsi cakupan yang lebih besar dari itu.

Pada dasarnya Dian menilai tak ada operator yang senang perang harga. Strategi itu justru merugikan dan tak sehat untuk kelangsungan industri.

Promosi sementara

Ironisnya, baru-baru ini XL meluncurkan kartu perdana khusus bagi pelanggan di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Penawarannya sungguh menarik, yakni tarif telepon beda operator alias off-net hanya Rp 50 per menit.

Padahal, tarif lumrah off-net biasanya di kisaran Rp 1000-an per menit. Dian berdalih tarif tersebut cuma berlaku sementara alias promo berbatas waktu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ada beberapa wilayah yang kami baru masuki. Itu cuma sebagai perkenalan saja dan sifatnya sementara," ia menuturkan.

Di kesempatan yang sama, Menkominfo Rudiantara mengatakan masyarakat harus punya pilihan atas jenis layanan telekomunikasi dan harganya.

"Itu namanya kompetisi. Saya dorong kompetisi asal rasional," kata dia.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.