Galaxy Note 7 "Dibunuh" Samsung, Siapa yang Diuntungkan?

Kompas.com - 12/10/2016, 15:34 WIB
Tampak depan unit Galaxy Note 7. Di bagian atas layar, sejajar dengan kamera depan, terdapat iris scanner yang memindai mata pengguna untuk membuka kunci perangkat. Oik Yusuf/ KOMPAS.comTampak depan unit Galaxy Note 7. Di bagian atas layar, sejajar dengan kamera depan, terdapat iris scanner yang memindai mata pengguna untuk membuka kunci perangkat.
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com — Kasus Galaxy Note 7 yang "disuntik mati" oleh Samsung, alias penjualan dan produksinya resmi dihentikan, diperkirakan bakal menyebabkan hilangnya potensi pendapatan sebesar 17 miliar dollar AS atau lebih dari Rp 221 triliun.

Di sisi lain, kekosongan yang ditinggalkan oleh perangkat flagship ini memberikan kesempatan bagi para rival Samsung untuk mendorong penjualan ponsel andalan masing-masing.

Apple, misalnya, diketahui baru saja merilis lini smartphone iPhone 7 ke pasaran. Sementara itu, Google Pixel dijadwalkan mulai dijual pada akhir Oktober 2016.

Di samping keduanya, Neil Mawston, analis di firma riset pasar Strategy Analytics, mengatakan bahwa pabrikan-pabrikan smartphone asal Asia bakal ikut diuntungkan dengan lenyapnya Galaxy Note 7 dari pasaran.

Baca: Samsung Resmi Hentikan Galaxy Note 7 Selamanya

“Oppo, Vivo, LG Electronics, dan Sony mungkin yang paling diuntungkan dalam hal ini,” ujar Mawston, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Reuters, Rabu (12/10/2016).

Oppo dan Vivo adalah dua merek smartphone yang dimiliki oleh raksasa elektronik asal China, BBK Electronic Corp. Dua merek lainnya merupakan rival lama Samsung.

Sebelum Galaxy Note 7 resmi disuntik mati, analis memperkirakan Galaxy Note 7 bakal mencatat angka pengiriman sebesar 15 hingga 19 juta unit sepanjang kuartal ketiga dan keempat 2016, serta kuartal pertama 2017.

Kini, Samsung terpaksa mengandalkan seri smartphone Galaxy S7 yang lebih lawas dengan banderol harga yang lebih murah.

Operator seluler AS telah meninggalkan Galaxy Note 7 dan mengalihkan kampanye pemasaran pada perangkat-perangkat seperti iPhone dan Google Pixel untuk mendongkrak penjualan pada musim liburan akhir tahun 2016 yang akan segera tiba.

“Anda akan melihat pemasaran kami berfokus pada perangkat-perangkat tersebut karena mereka mempunyai kepastian saat ini,” ujar seorang juru bicara operator seluler Verizon.

Baca: Ditarik Selamanya, Galaxy Note 7 Tak Sempat Dipajang di Indonesia



Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X