3 Paket Internet Baru Tri Diluncurkan, Harganya?

Kompas.com - 12/10/2016, 17:25 WIB
(ki-ka) Chief Commercial Officer Tri, Dolly Susanto; Head of Marketing Acquisition Tri, Fajar Indrayanto; Head of Brand Communication Tri, Fahroni Arifin dalam peluncuran Ambisiku Always On di Jakarta, Rabu (12/10/2016). Yoga Hastyadi Widiartanto/Kompas.com(ki-ka) Chief Commercial Officer Tri, Dolly Susanto; Head of Marketing Acquisition Tri, Fajar Indrayanto; Head of Brand Communication Tri, Fahroni Arifin dalam peluncuran Ambisiku Always On di Jakarta, Rabu (12/10/2016).
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Hutchison Tri Indonesia (Tri) merilis paket perdana Ambisiku Always On yang di-bundling dengan tiga pilihan kuota data ukuran besar, 30 GB, 40 GB dan 50 GB.

Selain itu, paket perdana ini juga memberikan tarif telepon Rp 550 per panggilan, untuk telepon ke seluruh operator.

Tarif ini berlaku untuk pelanggan baru Tri yang membeli paket perdana Ambisiku Always On.

Harga rekomendasi Tri untuk paket perdana baru tersebut, masing-masing Rp 175.000 (30 GB), Rp 200.000 (40 GB), dan Rp 250.000 (50 GB). Namun itu adalah harga rekomendasi dari Tri, harga di tingkat peritel di lapangan bisa berbeda.

“Sebenarnya kami mengeluarkan paket ini sebagai solusi untuk semua, mulai dari paket data hingga soal telepon,” ujar Chief Commercial Officer Tri, Dolly Santoso di sela peluncuran Ambisiku Always On, Rabu (12/10/2016) di Jakarta.

Dia juga menambahkan, selain telepon murah dan kuota besar, paket Ambisiku Always On juga menyematkan bonus pulsa untuk menelepon ke seluruh operator, baik lokal maupun luar negeri.

Khusus untuk luar negeri, Tri membatasi penggunaannya hanya untuk menghubungi nomor lain di Singapura, Amerika Serikat, China, Malaysia, Hongkong, India dan Thailand.

Perlu dicatat, bonus untuk menelepon ke operator lokal dan internasional tersebut terbatas hanya Rp 125.000 saja. Bonus merupakan bagian dari paket kartu perdana, sehingga tidak akan diperoleh lagi saat pengguna mengisi ulang.

Meski mematok tarif telepon murah, Tri yakin tidak akan dirugikan. Apalagi menimbang perilaku para penggunanya yang rata-rata masih suka memakai layanan telepon.

“Tidak rugi lah, kami juga kan ada hitungannya. Panggilan telepon kami biasanya sekitar lima belas menit per orang, setiap harinya,” imbuh Dolly.

“Lagipula kebanyakan orang menelepon kurang dari satu menit per panggilan. Telepon Rp 550 per panggilan itu pun ada fair usage policy (FUP) maksimal satu jam per panggilan,” pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X