Jatuh dan Tertimpa Tangga, Rangkuman Masalah Galaxy Note 7

Kompas.com - 14/10/2016, 20:07 WIB
DJ Koh, Samsung Electronics Mobile Chief mengenalkan Galaxy note 7 di acara peluncuran di New York, AS, Selasa (2/8/2016). Reza Wahyudi/KOMPAS.comDJ Koh, Samsung Electronics Mobile Chief mengenalkan Galaxy note 7 di acara peluncuran di New York, AS, Selasa (2/8/2016).
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Galaxy Note 7 diluncurkan pada 2 Agustus 2016, dalam sebuah event besar bertajuk Unpacked 2016 yang digelar di kota New York, Amerika Serikat.

Samsung sengaja melompati angka “6” dengan langsung menamai smartphone layar lebar tersebut sebagai Galaxy Note 7, meski pendahulunya bernama Galaxy Note 5.

Ini tak lain dimaksudkan supaya lini smartphone kelas atas Samsung memiliki nomor model yang sama. Seri Galaxy S yang sebelumnya diluncurkan pada Februari lalu juga berangka “7”.

Baca: Bukan Galaxy Note 6, Samsung Luncurkan Galaxy Note 7

Sayang, alih-alih membawa untung ibarat “lucky number seven”, Galaxy Note 7 justru sial dua kali. Perangkat andalan Samsung itu segera dilanda masalah hingga kemudian riwayatnya terpaksa diakhiri dengan tiba-tiba.

Apa yang terjadi sepanjang kiprah Galaxy Note 7 yang berbalik dan terempas dalam waktu hanya dua bulan? Berikut sekelumit kilas baliknya

Pecahkan rekor

Tak lama setelah diumumkan, pada bulan yang sama, Galaxy Note 7 resmi dirilis ke pasaran dunia dan segera menuai pujian dari beragam publikasi.

Ponsel ini memperkenalkan sejumlah inovasi baru untuk seri Galaxy Note, seperti kemampuan anti-air, layar melengkung, dan fitur keamanan berupa pemindai iris mata, di samping peningkatan jeroan hardware yang menjadi sama dengan Galaxy S7.

Layarnya menduduki urutan atas dalam soal kualitas, menurut pengujian terkemuka dari DisplayMate. Tak lupa stylus andalan S Pen yang kini diklaim lebih presisi.

Baca: Galaxy Note 7 Dinobatkan sebagai Ponsel dengan Layar Terbaik

Baterai Galaxy Note 7 yang meningkat dibandingkan perangkat terdahulu ikut menuai komentar positif. “Bukan hanya mampu bertahan seharian, tapi satu setengah hari,” sebut salah satu review dengan antusias.

Oik Yusuf/ KOMPAS.com Samsung Galaxy Note 7 berikut kotak kemasannya.

Reaksi konsumen gegap gempita. Di negeri asalnya, Korea Selatan, Galaxy Note 7 memecahkan rekor pre-order terbanyak sepanjang sejarah ponsel Galaxy.

Keadaan serupa terjadi di belahan dunia lain, termasuk Indonesia di mana ia ludes dipesan dalam  tiga hari setelah masa pemesanan dibuka pada 5 Agustus 2016, meski banderolnya relatif mahal di angka Rp 10,7 juta.

Jutaan unit Galaxy Note 7 dikapalkan ke seluruh dunia, sementara Samsung dikabarkan bersiap mendongkrak produksi untuk memenuhi angka permintaan, dalam antisipasi meraup untung.

Sayang, bukan itu yang kemudian diraih, melainkan sesuatu yang sungguh di luar perkiraan.

Terbakar dan tertunda

Sekitar akhir Agustus, mulai muncul laporan dari para pemilik awal Galaxy Note 7 yang mendapati perangkatnya tiba-tiba terbakar tanpa sebab yang jelas.

Ponsel terbakar sudah banyak terjadi sebelumnya sehingga sekilas tak ada yang istimewa dari kasus Galaxy Note 7.

Tapi kejadian serupa kembali bermunculan dalam waktu singkat, di berbagai negara. Dalam hitungan hari setelah terbakar di Korea Selatan, seorang warga China mengalami  hal yang sama.

Baca: Insiden Kedua Galaxy Note 7 dan Penundaan Pengiriman

Di saat yang berbarengan, Samsung mengumumkan penundaan pengiriman Galaxy Note 7 ke beberapa wilayah pasar seperti Eropa dan Asia. Alasannya, perlu dilakukan uji tambahan untuk “memastikan kualitas produk”.

Phandroid Bagian putih pada ujung kabel charger Samsung Galaxy Note 7 ini merupakan sambungan adapter Micro USB to USB tipe C

Di Indonesia, misalnya, Samsung menunda serah terima pesanan Galaxy Note 7 kepada pembeli yang seharusnya dilangsungkan pada 1 September.

Penundaan tersebut, berikut kasus Galaxy Note 7 yang terbakar, mulai menimbulkan pertanyaan mengenai keamanan perangkat bersangkutan.

Kasus demi kasus kembali bergulir sehingga memaksa pabrikan itu mengumumkan keputusan untuk menarik kembali (recall) Galaxy Note 7 dari pasaran dunia, pada 2 September 2016.

Baca: Samsung Resmi "Recall" Galaxy Note 7

“Terkait laporan tentang kasus yang menimpa Galaxy Note 7 baru-baru ini, kami telah melakukan investigasi dan menemukan kendala dalam baterai,” sebut seorang juru bicara Samsung ketika itu, mengenai musabab persoalan.

Sebanyak 2,5 juta unit Galaxy Note 7 yang kadung terjual di seluruh dunia pun mesti dikembalikan dan ditukar dengan Galaxy Note 7 versi baru yang diklaim lebih aman.

Kasus Galaxy Note 7 terbakar terbilang banyak terjadi, dan dalam waktu singkat pula sehingga mengindikasikan adanya masalah serius.

Hingga 1 September 2016 saja, atau kurang dari sebulan setelah peluncurannya, Samsung mencatat sudah terjadi paling tidak sebanyak 35 kasus Galaxy Note 7 terbakar.

Dilarang terbang

Selagi Samsung mengurus proses pengembalian jutaan unit Galaxy Note 7 yang diperkirakan memakan biaya 1 miliar dollar AS, kasus demi kasus yang melibatkan ponsel tersebut makin deras mengalir dari berbagai penjuru.

Di Amerika Serikat, sebuah Jeep tiba-tiba terbakar tanpa sebab yang jelas. Si pemilik menuding Galaxy Note 7 yang kebetulan ada di dalamnya sebagai biang kerok.

Di Australia, seorang pebisnis yang tengah menginap di hotel dikejutkan ketika Galaxy Note 7 miliknya tiba-tiba berapi saat diletakkan di kasur.

Tercatat ada hampir 100 kasus Galaxy Note 7 terbakar. Itu pun hanya menghitung kejadian di AS saja, belum termasuk negara lain.

Gizmodo Jeep terbakar diduga karena Samsung Galaxy Note 7

Kekhawatiran makin menjadi. Otoritas penerbangan sipil AS, FAA, mengkategorikan Galaxy Note 7 sebagai benda berbahaya yang bisa menimbulkan percikan api saat berada di udara.

Penumpang pesawat di negeri Paman Sam pun diimbau agar tidak memasukkan Galaxy Note 7 ke dalam bagasi, serta agar mematikannya saat dibawa ke dalam kabin.

Imbauan FAA ini segera diikuti oleh maskapai-maskapai di AS, juga di belahan dunia lain, termasuk Indonesia.

Baca: Garuda Indonesia Juga Keluarkan Aturan untuk Galaxy Note 7

Di pasaran Tanah Air yang belum kebagian Galaxy Note 7 secara resmi, versi “black market’ perangkat tersebut sempat beredar di pusat gadget di Jakarta. Tapi jumlahnya terbatas lantaran kendala transportasi di atas.

Seorang pedagang mengaku pesimis Galaxy Note 7 bakal benar-benar beredar kembali setelah ditarik dari pasaran .

“Gara-gara kasus baterai itu namanya rusak. Orang-orang jadi takut,” kata dia. Kesangsian sang pedagang belakangan terbukti benar.  

Stop produksi

Masalah belum berhenti ketika Samsung telah mendistribusikan perangkat pengganti, menjelang akhir September lalu. Galaxy Note 7 versi baru yang seharusnya aman itu ternyata masih rawan terbakar.

Kasus-kasus awal terjadi di China, kemudian menjalar ke AS di mana terjadi rentetan peristiwa Galaxy Note 7 versi baru yang juga hangus.

Satu di antaranya bahkan dilalap api ketika sedang berada di dalam pesawat, seolah menjadi pembenaran atas imbauan FAA sebelumnya.

Baca: Galaxy Note 7 yang Sudah Ditukar Terbakar di Pesawat

Setelah sempat menyetop penjualan dan program penukaran Galaxy Note 7 (dalam rangka recall), Samsung pun akhirnya memutuskan untuk menghentikan produksi Galaxy Note 7 secara permanen, pada Selasa, 11 Oktober 2016.

“Karena keselamatan konsumen adalah prioritas tertinggi, kami telah memutuskan untuk menghentikan penjualan dan produksi galaxy Note 7,” sebut Samsung.

Keputusan itu sekaligus menandai akhir cerita Galaxy Note 7. Kiprahnya yang cuma sepanjang dua bulan terbilang penuh masalah.

Baca: Samsung Resmi Hentikan Galaxy Note 7 Selamanya

Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, Samsung terpaksa kembali menarik Galaxy Note 7 untuk yang kedua kalinya.

XDA Developers Instruksi pengemasan Galaxy Note 7 menggunakan kotak khusus yang dikirim ke pemilik.
Dalam recall kali ini, Samsung menyediakan kemasan khusus anti-api yang mesti digunakan untuk mengemas Galaxy Note 7 sebelum dikembalikan, demi mencegah perangkat itu membakar kendaraan transport.

Sarana yang dipakai untuk mengantar ke pusat recall Samsung pun mesti berupa kendaraan darat atau laut. Galaxy Note 7 tak boleh masuk pesawat.

Kematian Galaxy Note 7 segera membawa akibat. Harga saham Samsung yang diperdagangkan di bursa Korea Selatan langsung melorot sebesar 8 persen pada hari pengumuman penghentian produksi.

Baca: Galaxy Note 7 Distop, Profit Samsung Terpangkas

Nilai pasar Samsung terpangkas 18 miliar dollar AS. Raksasa elektronik itu juga kehilangan potensi pendapatan sebesar 17 miliar dollar AS dari proyeksi penjualan Galaxy Note 7 hingga kuartal pertama tahun depan.

Belum jelas

Rangkaian insiden yng menimpa Galaxy Note 7 membuat Samsung kapok. Raksasa elektronik Negeri Ginseng itu menyatakan jutaan unit Galaxy Note 7 tak bakal diperbaiki, direkondisi, ataupun dijual lagi, melainkan langsung masuk daur ulang.

Penyebab pasti di balik terbakarnya Galaxy Note 7 masih belum jelas benar. Samsung menunjuk baterai sebagai sumber masalah.

Dalam kasus recall pertama September lalu, Samsung hanya mengatakan bahwa baterai dalam Galaxy Note 7 memiliki cacat produksi yang mengakibatkan korsleting karena kontak kutub positif dan negatif secara tidak sengaja.

Samsung tak memberi penjelasan lebih detail sehingga banyak pihak berspekulasi mengenai apa masalah sebenarnya.

The Verge Kotak Samsung Galaxy Note 7 yang terbakar di dalam pesawat, menunjukkan penanda kotak hitam di barcode, artinya unit tersebut adalah unit pengganti yang seharusnya aman.

Ada yang mengemukakan kemungkinan bahwa Samsung terlalu memaksa penambahan kapasitas baterai sehingga melebihi batas aman.

Unit-unit Galaxy Note 7 versi baru menggunakan baterai dari pemasok lain yang seharusnya aman, namun nyatanya masih terbakar juga.

Beberapa pihak mengatakan mungkin akar masalahnya bukan terletak di baterai. Ada juga yang berpendapat bahwa Samsung sebenarnya masih belum tahu persis apa yang memicu timbulnya api.

Baca: Samsung Belum Tahu Penyebab Galaxy Note 7 Terbakar

Samsung menjanjikan bakal menjawab rasa penasaran konsumen dan regulator dalam waktu dekat, sebagai penutup cerita Galaxy Note 7 yang berapi-api.

“Kami sedang melakukan penyelidikan mendalam. Masih terlalu dini untuk perspekulasi mengenai hasilnya. Kami akan membagi lebih banyak informasi di minggu-minggu mendatang,” sebut Samsung.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X