Kompas.com - 18/10/2016, 16:28 WIB
|
EditorReska K. Nistanto

HONG KONG, KOMPAS.com - Sistem pengamanan peranti mobile akan semakin canggih dengan identifikasi mata (eye recognition) pengguna. Otentikasi biometrik berdasarkan iris ataupun retina diperkirakan akan banyak digunakan untuk mengunci gadget dalam beberapa tahun ke depan.

Demikian paparan Sy Choudhury, Senior Director of Product Management Qualcomm Technologies, dalam 4G/5G Summit di Hong Kong, Senin (17/10/2016), yang turut dihadiri wartawan KompasTekno, Laksono Hari Wiwoho.

Sy mengatakan, saat ini identifikasi dengan sidik jari sudah dianggap cukup memadai untuk mengunci akses pada peranti mobile, seperti smartphone.

Meski demikian, ia memprediksi bahwa vendor produsen ponsel akan semakin melirik mekanisme eye-based security sebagai pengaman karena cara ini memiliki sejumlah kelebihan. Salah satunya karena pemindaian dengan mata lebih akurat.

Mekanisme pengaman ponsel dengan otentikasi mata ini sebetulnya sudah digunakan oleh beberapa smartphone.

Tahun lalu, misalnya, Microsoft sudah menerapkan teknologi pengenalan iris mata pada ponsel Lumia berbasis Windows.

Di Android, Fujitsu dan Vivo juga memakai cara serupa. Belum lama ini, ponsel pintar Samsung Galaxy Note 7 juga menggunakan teknologi serupa dengan respons cukup cepat. Sayangnya, Note 7 sudah keburu disetop karena masalah pengisian daya baterai.

Alternatif lain adalah dengan identifikasi retina mata. Tidak seperti pemindai iris mata, yang memerlukan hardware tambahan, identifikasi dengan retina bisa dilakukan dengan memanfaatkan kamera yang sudah ada pada ponsel.

Sistem pengamanan lain yang mungkin akan menjadi alternatif di masa depan adalah pengenalan wajah. Bisa juga dengan mengombinasikan sistem biometrik, misalnya dengan mata dan sidik jari.

Sy mengesampingkan metode pengamanan dengan suara karena akan sulit dilakukan. Nada suara seseorang bisa berubah, sehingga bisa mempersulit akses terhadap gawai.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Samsung Galaxy F13 Meluncur dengan Baterai 6.000 mAh, Ini Spesifikasinya

Samsung Galaxy F13 Meluncur dengan Baterai 6.000 mAh, Ini Spesifikasinya

Gadget
Microsoft Edge Bisa Dipakai Main Game Xbox Lewat Streaming

Microsoft Edge Bisa Dipakai Main Game Xbox Lewat Streaming

Software
Shutdown atau Sleep, Mana yang Sebaiknya Dipilih untuk Matikan Laptop?

Shutdown atau Sleep, Mana yang Sebaiknya Dipilih untuk Matikan Laptop?

Software
Trik untuk 'Mengarsipkan' Postingan Reels Instagram Sementara

Trik untuk "Mengarsipkan" Postingan Reels Instagram Sementara

Software
5 Fitur Pembeda Aplikasi Photos di Oppo Reno 7 4G

5 Fitur Pembeda Aplikasi Photos di Oppo Reno 7 4G

Gadget
Ini Alasan Oppo Find X5 Pro 5G Disebut sebagai Smartphone Gahar di Kelasnya

Ini Alasan Oppo Find X5 Pro 5G Disebut sebagai Smartphone Gahar di Kelasnya

BrandzView
Samsung Didenda Rp 207 Miliar gara-gara Iklan Fitur Tahan Air

Samsung Didenda Rp 207 Miliar gara-gara Iklan Fitur Tahan Air

e-Business
Cara Split Bill GoPay, Bayar Patungan Makin Mudah

Cara Split Bill GoPay, Bayar Patungan Makin Mudah

Internet
Cara Cek Lokasi Penjual Minyak Goreng Rp 14.000 Secara Online

Cara Cek Lokasi Penjual Minyak Goreng Rp 14.000 Secara Online

e-Business
2 Cara Cari GraPARI Terdekat untuk Upgrade 4G Telkomsel

2 Cara Cari GraPARI Terdekat untuk Upgrade 4G Telkomsel

Gadget
Pengamat: GoFood-GrabFood Ciptakan Ketergantungan, Tetap Dipakai Meski Harganya Jadi 'Normal'

Pengamat: GoFood-GrabFood Ciptakan Ketergantungan, Tetap Dipakai Meski Harganya Jadi "Normal"

e-Business
Sosialisasi Mulai Hari Ini, Begini Cara Beli Minyak Goreng Rp 14.000 via Aplikasi PeduliLindungi

Sosialisasi Mulai Hari Ini, Begini Cara Beli Minyak Goreng Rp 14.000 via Aplikasi PeduliLindungi

e-Business
Foto Halaman Depan Koran 'Kompas' Jadi Produk NFT, Dijual di OpenSea

Foto Halaman Depan Koran "Kompas" Jadi Produk NFT, Dijual di OpenSea

Internet
Grab dan Gojek Tanggapi Keluhan Harga GoFood dan GrabFood yang Dinilai Makin Mahal

Grab dan Gojek Tanggapi Keluhan Harga GoFood dan GrabFood yang Dinilai Makin Mahal

e-Business
Terancam Diblokir karena Belum Daftar PSE, Twitter dan Meta Bungkam, Google Akan Menyesuaikan

Terancam Diblokir karena Belum Daftar PSE, Twitter dan Meta Bungkam, Google Akan Menyesuaikan

Internet
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.