Kompas.com - 24/10/2016, 20:03 WIB
Komputer bersistem operasi Mac OS dari Apple Aditya Panji/KompasTeknoKomputer bersistem operasi Mac OS dari Apple
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Setelah bertahun-tahun memakai PC Windows, IBM kapok dan memutuskan untuk mengganti sebagian komputer untuk karyawan dengan Mac dari Apple. Langkah ini bisa dibilang ironis karena dulu IBM adalah pelopor PC yang berseberangan dengan Mac.

Namun kantong berkata lain. Menurut Vice President IBM Fletcher Previn yang mengepalai departemen TI perusahaan tersebut, setelah dihitung-hitung, biaya kepemilikan Mac lebih murah dibandingkan PC Windows.

Lebih tepatnya, meski harga pembeliannya lebih mahal hingga 454 dollar AS dari PC Windows, dalam pemakaian jangka panjang, biaya perawatan komputer Mac ternyata jauh lebih rendah.

Hanya lima persen pengguna Mac di IBM yang membutuhkan dukungan teknis dengan kehadiran staf IT support secara langsung, dibandingkan 40 persen pengguna PC, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari IBTimes, Senin (24/10/2016).

"Pada akhirnya, biaya pemilikan lebih mahal 57,3 juta dollar AS (sekitar 746 miliar rupiah) per 100.000 PC Windows, atau tiga kali lebih tinggi (dibandingkan Mac)," sebut Previn ketika berbicara dalam konferensi Jamf Nation User di Minneapolis, AS, minggu lalu.

Lebih mudah

Jamf Vice President IBM Fletcher Previn
IBM sebenarnya telah mulai mengganti PC Windows dengan Mac sejak Oktober 2015 lalu. Ketika itu, sekitar 30.000 PC Windows diganti dengan Macintosh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sekarang, populasi komputer Mac di IBM telah mencapai 90.000 unit dan bakal mencapai angka 100.000 menjelang akhir 2016, karena Previn berencana terus menambah Mac sebanyak 1.300 unit per minggu.

Tujuan akhirnya adalah mendistribusikan sekitar 150.000 hingga 200.000 unit Mac di IBM. Artinya, sekitar setengah dari 370.000 karyawan perusahaan tersebut bakal beralih dari PC Windows ke Mac.

Tingkat kepuasan karyawan IBM terhadap Mac mencapai 91 persen karena komputer buatan Apple itu lebih jarang bermasalah dan lebih mudah dipakai dibandingkan PC Windows. Begitu mudahnya, sehingga unit IBM di Jepang memutuskan untuk menjadikan Mac sebagai komputer standar.

Previn turut menurutkan bahwa sebagian besar pegawai IBM (65 persen) memakai gadget berbasis iOS, juga buatan Apple. Sebanyak 33 persen menggunakan Android, sisanya masih setia dengan BlackBerry.

Dia mengatakan pengalaman IBM dengan Mac membuktikan bahwa kemudahan pakai adalah aspek yang penting dalam pemanfaatan teknologi.

"Kalau Anda membuatnya sederhana dan mudah dipakai untuk pengguna, maka merekalah yang akan membelinya dari Anda. Anda tidak perlu mendorong-dorong mereka," ujar Previn.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber IB Times
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.