Alasan Xiaomi Lebih Sering Rilis Ponsel di India, Bukan Indonesia

Kompas.com - 26/10/2016, 15:24 WIB
Perbandingan antara motherboard utama ponsel Xiaomi Mi4 (kiri) dengan Mi4i (kanan) Yoga Hastyadi Widiartanto/Kompas.comPerbandingan antara motherboard utama ponsel Xiaomi Mi4 (kiri) dengan Mi4i (kanan)
|
EditorReska K. Nistanto

BEIJING, KOMPAS.com - Dalam berbagai kesempatan, Xiaomi selalu menyebut Indonesia sebagai pasar yang penting dan potensial. Basis Mi Fans di Tanah Air pun digadang-gadang paling besar kedua setelah China.

Namun, banyak gadget-gadget Xiaomi yang tidak dirilis di Indonesia, melainkan hanya di India, seperti Redmi 3, Redmi Pro, Redmi Note 4, Mi 4S dan sebagainya.

Xiaomi juga belum membangun pabrik untuk memenuhi syarat Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang ditetapkan pemerintah. Akibatnya, Mi Fans harus gigit jari karena banyak seri Xiaomi yang belum masuk resmi ke Indonesia.

Xiaomi malah terkesan menganakemaskan pasar India dengan membangun dua manufaktur di sana.

Ditilik dari regulasinya, memang Negara Kain Sutera itu juga mematok aturan TKDN yang sama seperti Indonesia, yakni sebesar 30 persen. Lantas, apa pertimbangan Xiaomi mendahulukan pembangunan pabrik di India?

Menurut Vice President Xiaomi, Hugo Barra, tak ada niatan sang produsen seri Redmi membeda-bedakan pasar di Indonesia dengan di India. Semuanya hanya soal waktu dan kejelasan pemerintah di masing-masing negara.

"Kami selama ini menunggu kejelasan aturan TKDN di Indonesia karena beberapa kali masih didiskusikan. Di India, aturan TKDN lebih awal ditetapkan sehingga jelas bagi vendor global seperti kami," kata dia pada KompasTekno, Selasa (25/10/2016), dalam sesi roundtable usai peluncuran Mi Note 2 di Beijing, China.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Barra memastikan Xiaomi bakal segera memenuhi TKDN di Indonesia, meski belum menyebut jalur manufaktur seperti yang dilakukan India. Kapan realisasinya pun belum diumbar.

"Untuk detilnya kami belum bisa bilang apa-apa. Yang pasti, dalam waktu dekat seri-seri Xiaomi akan masuk Indonesia," ia menjelaskan.

Di Indonesia sendiri ada tiga skema pemenuhan TKDN yang dirumuskan dalam Peraturan Menteri Perindustrian No. 65 tahun 2016. Ketiganya terdiri dari aspek manufaktur dominan, aspek aplikasi dominan, serta aspek komitmen investasi.

Diketahui, Xiaomi pertama kali mendirikan pabrik di India pada awal 2015. Pabrik keduanya sendiri menyusul pada pertengahan 2016 ini. Keduanya terletak di Kota Sri, di negara bagian Andhra Pradesh.

Pabrik kedua Xiaomi di India berdiri di atas lahan lebih dari 6.000 meter persegi. Kapasitas produksi maksimumnya diperkirakan mencapai dua juta unit setiap kuartal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.