TKDN Dibantu Erajaya, Xiaomi Bawa Redmi 3S ke Indonesia?

Kompas.com - 07/11/2016, 09:10 WIB
Redmi 3s punya spesifikasi lebih rendah dari Redmi 3 XiaomiRedmi 3s punya spesifikasi lebih rendah dari Redmi 3
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Smartphone Xiaomi dengan nomor model MI-201631 sedang diuji di balai sertifikasi Ditjen SDPPI Kemenkominfo. Nomor model itu merujuk pada seri Redmi 3s, yakni versi murah dari Redmi 3 yang diluncurkan pada pertengahan 2016 lalu.

Hal ini mengindikasikan Redmi 3s bakal masuk ke pasar Indonesia. Meski demikian, masih ada rentetan proses yang harus dilewati Xiaomi.

Pantauan KompasTekno, Senin (7/11/2016), status pengujian untuk ponsel yang diduga kuat adalah Redmi 3s itu masih bertuliskan "proses dibuat SP3" per 4 November lalu. Artinya, ponsel itu sudah melalui dua tahap dan harus lolos dua tahap berikutnya.

Tahap pertama dan kedua yang sudah dilewati adalah pengajuan dan pemeriksaan persyaratan dokumen. Selanjutnya, dua tahap agar sertifikasi diterbitkan adalah evaluasi hasil uji dan surat perintah pembayaran sertifikasi (SP2).

Xiaomi dibantu Erajaya?

Masuknya Redmi 3s ke balai sertifikasi mengindikasikan Xiaomi sudah memenuhi TKDN untuk ponsel 4G atau dalam proses pemenuhan. Hal ini sesuai janji Vice President Xiaomi, Hugo Barra, saat ditemui KompasTekno pada akhir Oktober lalu dalam sebuah acara di Beijing, China.

Kala itu ia mengatakan pihaknya sedang menyiapkan pemenuhan TKDN sebesar 30 persen untuk 2017 mendatang. Barra enggan menyebut strategi apa yang digunakan Xiaomi, apakah lewat aspek manufaktur, aplikasi, atau komitmen investasi. Yang jelas, ia berjanji akan ada kejutan dalam waktu dekat.

"Kami akan segera membawa seri-seri Xiaomi 4G yang selama ini tertahan (ke Indonesia)," ia menuturkan.

Naga-naganya, Xiaomi bakal masuk ke Tanah Air dengan bantuan Erajaya. Distributor ponsel itu selama ini menjadi rekanan Xiaomi dalam memboyong produk-produknya ke Indonesia.

Erajaya sendiri telah berinvestasi ke PT Satnusa di Batam. Pabrik perakitan ponsel tersebut digandeng Erajaya sebagai pintu masuk vendor global yang enggan membangun pabrik di Indonesia. Simpelnya, investasi Erajaya di Satnusa dijadikan "pabrik bersama" untuk vendor global.

Beberapa hari lalu, CEO Erajaya, Jeremy Sim mengatakan, dua vendor global tahun depan masuk ke Indonesia dengan pemenuhan TKDN via pabrik bersama Erajaya. Saat ini, satu-satunya vendor yang sudah menerapkan mekanisme itu adalah Asus.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X