Kompas.com - 09/11/2016, 13:47 WIB
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Samsung memasang iklan permintaan maaf di tiga media cetak kawakan di AS, yakni The Wall Street Journal, The New York Times, dan The Washington Post. Tak tanggung-tanggung, iklan itu mengisi satu halaman penuh di masing-masing koran.

Permohonan maaf tersebut menyusul penyetopan produksi dan penjualan Galaxy Note 7 yang diumumkan pada awal Oktober lalu. Alasannya, flagship itu dianggap tak aman dari sisi baterai yang mudah panas dan rawan meledak.

Iklan yang dipajang di tiga media cetak kawakan lebih mirip seperti surat edaran. Tak ada elemen visual yang mencolok, hanya ada delapan paragraf kata-kata dan diakhiri tanda tangan CEO Samsung Amerika Utara, Gregory Lee.


"Prinsip penting kami adalah menawarkan produk terbaik dari segi keamanan dan kualitas. Baru-baru ini kami merasa tak beruntung dalam memenuhi janji itu. Kami benar-benar minta maaf," begitu kalimat yang tertera pada iklan, sebagaimana dilaporkan TheVerge dan dihimpun KompasTekno, Rabu (9/11/2016).

Lebih lanjut, Samsung berjanji akan memeriksa kembali segala aspek penyusun Galaxy Note 7, mulai dari hardware, software, proses perakitan, hingga struktur baterai.

"Kami butuh waktu untuk memaparkan jawaban yang benar (soal faktor-faktor penyebab insiden Galaxy Note 7)," ia menuturkan.

Diketahui, peluncuran Galaxy Note 7 pada Agustus lalu disambut puji-pujian dari berbagai pihak. Tak berselang lama, laporan ledakan ponsel itu mulai bermunculan.

Akhirnya Samsung memutuskan menarik sebanyak 2,8 juta unit produknya yang beredar secara global. Pasar Indonesia yang kala itu masih menunggu proses pemesanan harus menerima pembatalan transaksi pembelian.

Baca: Samsung Resmi Hentikan Galaxy Note 7 Selamanya

Pada September, Samsung kembali menjual Galaxy Note 7 versi baru yang diklaim aman. Naasnya, laporan ledakan masih terus bergulir. Alhasil, Samsung mengumumkan penyetopan ponsel itu pada Oktober lalu.

Baterai adalah elemen yang diduga kuat sebagai penyebab ponsel mudah panas dan berisiko meledak. Namun, penjelasan rincinya beserta kemungkinan faktor lain belum diketahui.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.