Harapan Bos Tokopedia soal Ponsel "BM"

Kompas.com - 11/11/2016, 10:56 WIB
iPhone 7 Plus terlihat memiliki tonjolan kamera lebih besar karena memiliki kamera berlensa ganda TechCrunchiPhone 7 Plus terlihat memiliki tonjolan kamera lebih besar karena memiliki kamera berlensa ganda
|
EditorDeliusno

JAKARTA, KOMPAS.com - Co-founder sekaligus CEO Tokopedia William Tanuwijaya membenarkan adanya penghapusan beberapa seri iPhone black market (BM) di situs jual beli Tokopedia. Keputusan penghapusan itu diambil untuk mematuhi perintah resmi Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Bos Tokopedia itu pun punya sebuah harapan terkait surat dari Kemendag, terutama untuk ponsel BM. Ia berharap situs belanja lain mendapat perlakuan yang sama, yakni semua situs belanja dilarang berjualan ponsel BM.

“Benar, ada surat dari Kemendag. Tentunya harapan kami (surat) ini tidak tebang pilih," kata William saat dihubungi KompasTekno, Jumat (11/11/2016).

William pun berharap, pengguna melapor apabila masih menemukan ponsel yang masuk ke kriteria BM. 

“Kalau masih ada produk kami yang melanggar aturan, baik pemilik resmi, pemerintah atau konsumen bisa saja memakai prosedur pelaporan yang ada dalam platform kami,” imbuhnya.

Baca: Tokopedia Stop Penjualan iPhone BM

Total ada empat produk yang dihapus di Tokopedia karena status BM, yakni iPhone 6s, 6s Plus, 7 dan 7 Plus. Namun sejauh ini, hanya Tokopedia saja yang menghapus produk tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pantauan KompasTekno, hingga Jumat siang ini, sebagian besar situs belanja masih membiarkan merchant-nya menjual empat seri iPhone BM itu. Situs yang masih menawarkannya antara lain, JD.id, Lazada, Blibli, OLX, Bukalapak, dan MatahariMall.com.

KompasTekno juga sudah menghubungi Kemendag perihal surat tersebut. Namun hingga saat ini belum mendapatkan jawaban .

iPhone 6s, 6s Plus, 7 dan 7 Plus memang belum beredar secara resmi di Indonesia. Pasalnya produsen ponsel tersebut, Apple, masih belum dapat memenuhi aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang ditetapkan pemerintah.

Saat ini, produsen diminta memenuhi TKDN 20 persen sebagai syarat untuk berjualan ponsel 4G di Indonesia. Sedangkan per 1 Januari 2017, kadar tersebut mesti dinaikkan menjadi 30 persen.

Baca: Asosiasi Minta Ponsel BM Diblokir Pakai IMEI



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X