Pabrik iPhone Benar-benar Pindah ke Amerika Serikat?

Kompas.com - 20/11/2016, 19:49 WIB
iPhone 7 dan 6S tampak belakang terlihat memiliki perbedaan pada garis antena. Ars TechnicaiPhone 7 dan 6S tampak belakang terlihat memiliki perbedaan pada garis antena.
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat terpilih Donald Trump pernah mengatakan Apple harus mulai membuat produknya di Negeri Paman Sam, bukan di China. Entah berkat Trump atau kebetulan belaka, yang jelas seorang sumber mengatakan Foxconn sedang menjajaki kemungkinan tersebut.

Foxconn adalah rekanan manufaktur utama Apple dalam memproduksi lini iPhone. Menurut sumber, Apple telah mengajak Foxconn untuk memindahkan fasilitas produksi iPhone dari China ke AS sejak Juni lalu.

Tak cuma Foxconn, Apple dikatakan turut membujuk mitra perakit iPhone lainnya, Pegatron. Perusahaan yang satu itu beroperasi di Taiwan.

"Foxconn setuju (pindahkan fasilitas produksi iPhone ke AS), sementara Pegatron menolak rencana itu dengan alasan biaya," kata sumber yang enggan disebut identitasnya, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Minggu (20/11/2016) dari PCMag.

Baca: 3 Masalah yang Bakal Dihadapi Apple Setelah Trump Jadi Presiden AS

Apple, Foxconn, dan Pegatron enggan menjawab ketika dikonfirmasi soal rencana ini. Jika benar, alasan Pegatron menolak pemindahan tersebut bisa dibilang masuk akal.

Pasalnya, biaya produksi di AS akan lebih besar ketimbang di China. Negara Tirai Bambu selama ini memang dikenal sebagai pusat penyuplai dan perakitan perangkat elektronik termurah di dunia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika merujuk pada 2011 lalu, Presiden AS non-aktif Barrack Obama pernah mengemukakan wacana serupa Trump. Ia tak mengharuskan, namun menanyakan apakah ada kemungkinan produksi iPhone dilakukan di AS.

CEO Apple kala itu, Steve Jobs, secara tegas mengatakan kemungkinan itu tak ada. Jobs menjelaskan bahwa biaya produksi akan membengkak secara signifikan dan harga ritel iPhone tak bakal disanggupi target pasarnya.

Baca: 5 Isu yang Dihadapi Perusahaan Teknologi Setelah Trump Jadi Presiden

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber PCMagazine

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.