Soal Tudingan Kartel, Indosat Jelaskan 2 Hal Ini ke KPPU

Kompas.com - 22/11/2016, 15:48 WIB
Model memamerkan kartu perdana Indosat IM3 yang kini berubah nama menjadi IM3 Ooredoo. Reska K. Nistanto/KOMPAS.comModel memamerkan kartu perdana Indosat IM3 yang kini berubah nama menjadi IM3 Ooredoo.
|
EditorReska K. Nistanto

JAKARTA, KOMPAS.com - CEO Indosat Ooredoo, Alexander Rusli mengaku telah memenuhi panggilan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Saat ini sudah ada dua panggilan yang dipenuhi, namun belum ada keputusan yang keluar.

“Kalau panggilan dari KPPU pasti kami penuhi. Kemarin juga sudah ada dua panggilan yang kami penuhi, soal paket data yang dibilang mirip operator lain dan kerja sama yang dilakukan dengan operator lain,” terang Alex saat ditemui KompasTekno usai acara Indosat ICT Conference, di Jakarta, Selasa (22/11/2016).

Persoalan paket data yang dimaksud adalah mengenai ukuran data yang diberikan di dalamnya. Menurut Alex, Indosat menawarkan paket dengan ukuran M, L dan XL. Lalu ada operator lain (XL Axiata) yang menawarkan paket serupa.

“Kalau mirip toh bukan masalah. Kalau meniru pun kami malah bangga, karena berarti dianggap bagus. Kami sendiri mendapat inspirasi dari paket data yang biasa ada di luar negeri, trennya mengarah ke model bucket seperti itu,” jelas Alex.

Selanjutnya pada panggilan kedua, menurutnya, KPPU meminta penjelasan mengenai kerja sama yang dilakukan Indosat dengan operator lain.

Seperti diketahui, Indosat memiliki sebuah usaha patungan dengan XL. Perusahaan tersebut bernama PT One Synergy Indonesia (OIS), bertujuan untuk mengeksplorasi kemungkinan network sharing dan berbagai cara untuk menghemat biaya jaringan.

Yoga Hastyadi Widiartanto/KOMPAS.com CEO Indosat Ooredoo, Alexander Rusli,
Namun, belum lama didirikan, perusahaan patungan ini sudah dilaporkan ke KPPU dengan tudingan berpotensi menjadi kartel. Salah satu alasannya karena dibuat oleh induk yang bergerak di bidang usaha serupa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Panggilan soal dugaan kerja sama dengan operator lain juga sudah kami penuhi. Di sana kami sudah memberikan penjelasan pada KPPU. Ya itu pun tidak ada apa-apa. Cuma karena dilaporkan dan diminta memberi penjelasan, jadi kami datang memberi penjelasan,” ujar Alex.

Selepas kedua panggilan tersebut, KPPU belum meminta penjelasan baru. Namun menurut Alex, pemrosesan masih berlangsung. Jika ada panggilan berikutnya, Indosat mengaku siap untuk memenuhi dan memberi penjelasan.

“Semoga saja nanti putusannya jelas, toh kami sudah memberi penjelasan dan memang tidak melakukan apa-apa,” pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.