Kompas.com - 23/11/2016, 19:35 WIB
Penulis Deliusno
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Mark Zuckerberg, pendiri sekaligus CEO Facebook, kembali membuktikan janjinya sebagai seorang filantropi. Ia baru saja menjual saham Facebook senilai 95 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,2 triliun untuk lembaga sosial Chan Zuckerberg Initiative.

Lembaga itu didirikan oleh Zuckerberg bersama sang istri, Priscilla Chan, dengan tujuan untuk mengembangkan potensi generasi muda.

Kabar penjualan saham tersebut diketahui dari dokumen penjualan yang dipublikasi Facebook. Dari dokumen penjualan itu, diketahui saham Facebook milik Zuckerberg dijual pada tanggal 17 November dan 18 November 2016.

Penjualan itu sendiri, sebagaimana KompasTekno rangkum dari Forbes, Rabu (23/11/2016), mengikuti penjualan saham lainnya pada bulan Oktober 2016 lalu sebesar 190 juta dollar AS. Di bulan September 2016, Zuckerberg juga menjual saham sebesar 190 juta dollar AS untuk organisasi tersebut.

Komitmen hingga tiga tahun ke depan

Pada Desember 2015 lalu, Zuckerberg dan sang istri sudah membuat komitmen akan memberikan saham Facebook sebesar 99 persen untuk Zuckerberg Chan Initiative. Saham sebanyak itu diperkirakan bernilai 45 miliar dollar AS.

Semenjak itu, Zuckerberg berkomitmen untuk mentransfer saham yang bisa dijual hingga 1 miliar dollar AS (Rp 13 triliun) tiap tahunnya selama periode tiga tahun.

Baca: Zuckerberg Jual Saham Facebook Rp 1,25 Triliun untuk Amal

Meski merupakan lembaga sosial, Chan Zuckerberg Initiative bukanlah lembaga non-profit. Organisasi ini berbentuk perseroan terbatas dan ada transaksi jual beli saham di dalamnya.

Nah, uang yang dimiliki oleh lembaga tersebut berasal dari saham Facebook milik Zuckerberg yang dijual ini.

Beberapa orang memuji tindakan Zuckerberg, namun ada pula yang mencibirnya, karena Chan Zuckerberg Initiative masih memiliki unsur bisnis. Mereka curiga Zuckerberg menjadikan lembaga sosialnya sebagai tameng.

Salah satu tujuannya adalah untuk mempermulus upaya lobi Zuckerberg dengan para regulator, sehingga ia bisa lolos dari beberapa aturan bisnis. Facebook enggan berkomentar soal tudingan itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Forbes

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.