UU ITE Teratas di "Trending Topic" Indonesia

Kompas.com - 28/11/2016, 13:50 WIB
UU ITE jadi trending topic teratas di Twitter screenshotUU ITE jadi trending topic teratas di Twitter
|
EditorDeliusno

JAKARTA, KOMPAS.com - Revisi Undang-Undang No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) resmi berlaku hari ini, Senin (28/11/2016). Mulai berlakunya revisi tersebut mengundang berbagai reaksi netizen di jejaring sosial Twitter

Pantauan KompasTekno, pada Senin (28/11/2016) pukul 13.30 WIB, total terdapat lebih dari 13.700 kicauan yang membahas mengenai perubahan UU ITE tersebut. Sontak perubahan UU itu menjadi trending topic di Twitter untuk wilayah Indonesia.

Para netizen tidak menggunakan tanda pagar, melainkan sebuah kata kunci "UU ITE". Hingga saat ini pun berbagai komentar terus bermunculan. Ada kicauan yang pro terhadap perubahan yang dilakukan, ada juga kicauan yang kontra.

Baca: 4 Poin Perubahan UU ITE Hasil Revisi yang Mulai Berlaku Hari Ini

Revisi UU ITE sejatinya telah selesai dibahas dan disetujui oleh Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Kamis (27/10/2016). Selanjutnya, 30 hari setelah persetujuan, revisi pun otomatis berlaku menjadi aturan baru. Pemberlakuan ini otomatis terjadi meskipun dalam rentang waktu 30 hari tersebut revisi tidak ditandatangani oleh Presiden.

"Persetujuan DPR dengan Pemerintah untuk RUU ITE sudah dilakukan pada 27 Oktober, 30 harinya berarti hari ini harus sudah dinomori di Sekretariat Negara," kata kata Ketua Tim Panitia Kerja (Panja) RUU ITE, Henry Subiakto melalui pesan singkat.

Di dalam UU ITE terdapat beberapa perubahan dan penambahan penjelasan mengenai pasal-pasal yang ada. Salah satunya, mengenai pengurangan hukuman penjara dari paling lama 6 tahun menjadi 4 tahun.

Hukuman denda berupa uang juga diturunkan. Dari awalnya maksimal Rp 1 miliar, menjadi Rp 750 juta. Selain itu juga menurunkan ancama pidana kekerasan Pasal 29, sebelumnya paling lama 12 tahun, diubah menjadi 4 tahun dan denda Rp 2 miliar menjadi Rp 750 juta.

Baca: UU ITE Dipakai Jerat Ahok, Pengamat Sebut Aneh dan Tidak Logis

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.