Kompas.com - 13/12/2016, 07:17 WIB
Ilustrasi sosial media ftadviser.comIlustrasi sosial media
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Total biaya iklan yang digelontorkan untuk media sosial diprediksi akan mencapai nilai 50 miliar dollar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 674,3 triliun, pada 2019 mendatang.

Perusahaan iklan Zenith Optimedia memprediksi nilai tersebut akan dicapai seiring dengan pesat dan luasnya pemakaian media sosial, terutama di perangkat genggam. Selain itu kecepatan internet yang makin tinggi dan adopsi orang terhadap teknologi pun turut berperang.

Hingga pada satu titik, yakni 2019 mendatang, nilai iklan tersebut bakal menyentuh Rp 674,3 triliun.

Menariknya, sebagaimana dilansir KompasTekno dari Reuters, Selasa (13/12/2016), ketika sudah mencapai nilai itu, maka iklan di media sosial sudah mendekati total nilai iklan di koran. Jaraknya, lebih kurang, hanya terpaut 1 persen saja.

Selanjutnya, menurut prediksi Zenith Optimedia, dalam kurun satu tahun atau pada 2020, untuk pertama kalinya nilai iklan di media sosial bakal mengalahkan nilai pada koran.

Media sosial dan video online menjadi memacu kenaikan biaya iklan di seluruh dunia. Hal ini tidak terpengaruh oleh ancaman politik atau ancaman terhadap perekonomian,” demikian disebutkan oleh Head of Forecasting Zenith, Jonathan Barnard.

Belakangan ini, industri media memang sedang dalam masa transisi tren. Pasalnya, para pengiklan sedang mulai memindahkan alokasi dana klan mereka, dari koran menjadi website yang bisa dibuka secara mobile.

Rata-rata pengiklan di masa sekarang memang cenderung memilih media sosial sebagai wadah iklan. Salah satu alasannya, melalui media sosial, iklan bisa berbaur dengan linimsa pengguna, misalnya seperti pada Snapchat atau Facebook.

Selain itu, prediksi iklan yang dirilis Zenith juga mengatakan bahwa biaya iklan yang akan dikeluarkan oleh perusahaan-perusahaan pada 2017 akan tumbuh 4,4 persen. Nilai pertumbuhan tersebut berada pada titik serupa dengan pendapatan pada 2016.

Di sisi lain, iklan video juga sedang tumbuh pesat di Indonesia. Kemungkinan, pada 2019 mendatang, total nilai yang diperoleh dari iklan video akan menapai 35,4 miliar dollar AS atau sekitar Rp 477,4 triliun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.