"Drone" Tabrak Tamu, Pengantin Dituntut

Kompas.com - 13/12/2016, 16:17 WIB
Pesawat nirawak (drone) Daily Mirror/GettyPesawat nirawak (drone)
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Wahana terbang nirawak alias drone bisa menjadi benda berbahaya apabila tidak dipakai secara berhati-hati. Apalagi, jika drone itu dipakai dalam kondisi ramai, seperti acara pernikahan.

Salah-salah, bisa membuahkan tuntutan hukum, seperti yang dialami pria bernama Barry Billcliff ini.

Agustus lalu, Billcliff membawa drone untuk mengabadikan pernikahannya di Searles Castle, New Hampshire, Inggris. Malang, saat terbang di tengah kerumunan orang yang hadir di acar resepsi, drone itu tiba-tiba kehilangan kendali dan jatuh.

Drone kemudian menghantam dua orang perempuan tamu acara, Kelly Eaton dan Kneena Ellis. Keduanya luka di bagian wajah. Hidung Eaton sampai patah, sementara Ellis mengalami luka robek yang mesti diberi 20 jahitan.

Belakangan, Eaton dan Ellis mengajukan gugatan hukum terhadap Billcliff. Dia dituding telah berbuat lalai sehingga mengakibatkan cedera pada orang lain.

Pihak manajemen Searles Castle yang menyediakan venue acara mengatakan, sebelumnya telah melarang Billcliff menerbangkan drone karena dipandang terlalu berbahaya. Apalagi, acara saat itu berlangsung di bawah tenda besar yang tertutup.

“Dipikir dengan akal sehat, adalah ide buruk untuk menerbangkan drone dalam tenda kami yang dilapis kain mahal dan ada lampu-lampu gantung,” kata VP Searles Castle Event Management, Scott Robb, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Cnet, Selasa (13/12/2016).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kendati sudah dilarang, Robb mengatakan Billcliff tetap ngeyel menerbangkan drone. Robb baru tahu ada drone dalam acara setelah wahana terbang itu jatuh menimpa Eaton dan Ellis.

Billcliff sendiri mengaku memang membawa drone. Tapi dia berkilah sedang tidak mengendalikan perangkat tersebut saat kejadian.

“Bagaimana mungkin seseorang membiarkan hal semacam itu di hari besarnya?” kata Billcliff yang mengatakan masih mencari siapa orang di balik kendali drone-nya ketika jatuh.

Apa boleh buat, nasi telah menjadi bubur. Tamu terlanjur luka dan acara pernikahan Billcliff dibuat runyam oleh sang drone ngawur. “Istri saya benar-benar marah kepada saya,” keluhnya.



Sumber CNET

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X