10 Peristiwa yang Paling Dicari di Google Sepanjang 2016

Kompas.com - 16/12/2016, 14:31 WIB
Dimas Kanjeng Taat Pribadi menjawab pertanyaan wartawan saat digiring aparat Kepolisian menuju ruang pemeriksaan di Subdit I Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Jatim, Rabu (28/9/2016). Taat Pribadi ditahan Polisi karena diduga menjadi otak pembunuhan mantan jamaahnya. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ Dimas Kanjeng Taat Pribadi menjawab pertanyaan wartawan saat digiring aparat Kepolisian menuju ruang pemeriksaan di Subdit I Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Jatim, Rabu (28/9/2016). Taat Pribadi ditahan Polisi karena diduga menjadi otak pembunuhan mantan jamaahnya.
|
EditorReska K. Nistanto

JAKARTA, KOMPAS.com — "Dimas Kanjeng" dan "bom Sarinah" menjadi dua dari sepuluh topik peristiwa di Indonesia yang paling banyak dicari netizen sepanjang 2016. Bom Sarinah menempati urutan teratas, sedangkan topik tentang Dimas Kanjeng yang mengklaim bisa menggandakan uang itu berada di urutan ketiga.

Bom Sarinah menjadi peristiwa pertama yang menyita perhatian publik di Indonesia. Kala itu, 14 Januari pukul 10.50 WIB, terdengar sedikitnya enam ledakan yang disusul baku tembak di kawasan strategis Ibu Kota.

Netizen pun berbondong-bondong mencari tahu informasi soal insiden yang menewaskan delapan orang tersebut. Lewat mesin pencari Google, update terbaru bisa dipantau secara real-time.

Berdasarkan banyaknya penelusuran yang terhimpun kala itu, Google menobatkan "bom Sarinah" sebagai peristiwa terpopuler yang paling banyak dicari sepanjang 2016.

Masih pada bulan Januari, organisasi Gafatar juga sempat mencuri perhatian publik. Puncaknya ketika beberapa orang hilang secara misterius di Yogyakarta dan diduga menjadi kader kelompok kepercayaan itu.

Hingga September lalu, pemberitaan soal Gafatar masih banyak ditemui di media massa. Netizen pun rajin mencari tahu informasi terbaru terkait organisasi yang kerap disebut aliran sesat itu.

Di posisi ketiga, peristiwa terpopuler yang dicari netizen di Google adalah kasus Dimas Kanjeng. Padepokan Dimas Kanjeng yang terletak di Probolinggo tersebut adalah milik pria bernama Taat Pribadi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Taat Pribadi dipercaya bisa melipatgandakan uang kertas. Banyak orang yang meyakini kekuatannya dan berakhir sebagai korban penipuan.

Pengikutnya pun bukan sembarang orang, ada yang cendekiawan, pengusaha, bahkan pensiunan Polri dan TNI. Salah satu pengikut setianya adalah Marwah Daud Ibrahim yang kini dipercaya sebagai pucuk pimpinan Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng.

Marwah merupakan doktor komunikasi internasional lulusan American University Washington DC dan pernah menduduki kursi anggota DPR RI selama tiga periode.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X