Kompas.com - 20/12/2016, 10:28 WIB
Ilustrasi layanan Airbnb. IstIlustrasi layanan Airbnb.
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Airbnb agaknya tak puas dengan hanya menjadi platform penyedia layanan sewa tempat tinggal untuk para pelancong. Startup tersebut ingin mengepakkan sayap lebih jauh di industri travel.

Menurut sumber dalam, Airbnb sedang merambah bisnis penjualan tiket pesawat terbang dengan menambahkan fitur baru, flight-booking. Tujuannya agar netizen menghabiskan waktu lebih banyak di situs atau aplikasi Airbnb ketika merencanakan perjalanan.

Netizen tak perlu membuka aplikasi atau situs flight-booking lalu beranjak ke Airbnb untuk memesanan tempat tinggal. Hanya dengan membuka Airbnb, dua pekerjaan terselesaikan.

Untuk merealisasikan ambisi tersebut, tentu Airbnb sudah mematok strategi khusus. Kabarnya, Airbnb hendak mengakuisisi agensi travel online atau penyedia data lisensi penerbangan, sebagaimana dilaporkan Bloomberg dan dihimpun KompasTekno, Selasa (20/12/2016).

Dua nama yang disorot adalah IT Group SA dan Sabre Corp. Namun, keduanya masih menjadi opsi yang belum dilanjutkan ke tahap pendekatan lebih jauh.

Airbnb meluncurkan perusahaan baru Samara
Fitur flight-booking digadang-gadang bakal terimplementasi sebelum Airbnb membuka saham publik perdana alias initial public offering (IPO). Rencana IPO sendiri rumornya akan ditetapkan dalam 18 bulan ke depan.

Juru bicara Airbnb, Nick Papas, masih enggan berkomentar soal fitur flight-booking. Untuk kabar IPO, ia mengatakan Airbnb belum punya rencana dalam waktu dekat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kabar soal flight-booking sebenarnya sudah terendus beberapa bulan lalu. Kala itu, Airbnb mengumbar ambisinya untuk jadi platform one-stop ketika masyarakat merencanakan perjalanan, bukan cuma mengatur tempat tinggal.

CEO Airbnb, Brian Chesky pada bulan lalu di Los Angeles, AS juga memberikan presentasi soal desain baru pada layanannya. Pada slide presentasi antarmuka situs dan aplikasi, tertera ikon baru bergambar pesawat terbang.

Ikon tersebut bernama "Trip Itinerary". Kala itu, Chesky mengatakan ikon pesawat akan membantu pengguna mengetahui opsi harga penerbangan paling murah, estimasi waktu perjalanan, serta kondisi cuaca.

Ia tak menegaskan bahwa ikon itu bisa pula digunakan untuk memesan tiket pesawat terbang alias flight-booking.

Baca: Kisah Orang Indonesia Berbisnis Kamar Tidur yang Kosong di AirBnB

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Bloomberg

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.