Kompas.com - 21/12/2016, 18:15 WIB
|
EditorDeliusno

JAKARTA, KOMPAS.com -  Kepala Kantor Wilayah DJP Jakarta Khusus Muhammad Haniv mengatakan saat ini pemerintah sedang mengejar Facebook. Pasalnya, perusahaan media sosial tersebut belum menunaikan kewajiban melunasi pajak di Indonesia.

Kewajiban yang belum dipenuhi oleh Facebook, menurut Haniv, adalah Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Ini merupakan pajak yang mestinya dibayarkan oleh pengguna jasa iklan Facebook di Indonesia dan disetor ke pemerintah.

"PPN ini ternyata belum ada yang dibayarkan oleh pengguna jasa atau pembayar iklan (Facebook) di Indonesia," ujar Haniv saat dihubungi KompasTekno, Rabu (21/12/2016).

"Tapi Facebook menunjukkan itikad baik. Facebook yang di Irlandia menjawab bersedia untuk memberikan data penerimaan yang berasal dari Indonesia, berikut Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 26 yang sudah dibayar," imbuhnya

Baca: Soal Pajak, Ini Kata Twitter Indonesia

Haniv juga menambahkan, saat ini pemerintah sudah mengirimkan surat resmi untuk meminta data penerimaan tersebut. Nantinya, dari data tersebut akan diperhitungkan berapa nilai pajak yang mesti ditunaikan Facebook.

"Sekarang kami menunggu data itu. Surat resmi untuk memintanya sudah kami kirimkan ke Facebook Irlandia," pungkasnya.

Bos Facebook batal ke Indonesia

Haniv mengatakan, bos Facebook Irlandia sempat mengatakan akan datang ke Indonesia untuk mengurus persoalan pajak itu. Namun niat kunjungan tersebut ternyata dibatalkan.

Hal tersebut tidak berarti Facebook berniat mangkir dari kewajiban. Pasalnya, menurut Haniv, raksasa media sosial itu berjanji untuk memenuhi kewajiban pajak mereka di Tanah Air.

"Tadinya mereka ingin datang ke Indonesia, tapi tidak menemukan waktu yang tepat," kata.

"Pihak Irlandia akhirnya tidak jadi berkunjung ke Indonesia. Mereka hanya berjanji akan memenuhi segala permintaan sehubungan dengan pemeriksaan kami," pungkas Haniv.

Baca: Selebgram, Kaskuser, dan Penjual di Facebook Bakal Dikenai Pajak

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.