Kompas.com - 27/12/2016, 13:06 WIB
Apple resmi meluncurkan duo iPhone terbaru, iPhone 7 dan iPhone 7 Plus di San Francisco, AS, Kamis (8/9/2016). The VergeApple resmi meluncurkan duo iPhone terbaru, iPhone 7 dan iPhone 7 Plus di San Francisco, AS, Kamis (8/9/2016).
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com — Apple dikabarkan bakal bekerja sama dengan Foxconn untuk mendirikan pusat riset dan pengembangannya di Indonesia.

Apple memang memiliki rencana untuk mendirikan dua pusat riset dan pengembangan baru pada 2017 mendatang. Keduanya akan ditempatkan di lokasi berbeda, satu di Indonesia, sedangkan satu lainnya di Shenzhen, China.

Sebagaimana dilansir KompasTekno dari 9to5Mac, Selasa (27/12/2016), kedua pusat riset dan pengembangan tersebut akan didirikan melalui kerja sama dengan Foxconn.

Foxconn sendiri sekarang sudah mulai hadir di Indonesia. Raksasa manufaktur China itu memulai debutnya di Tanah Air dengan meluncurkan ponsel Android Luna, yang dirakit bersama dengan vendor lokal Advan. Foxconn juga diketahui memiliki kerja sama dengan Huawei di Indonesia.

Baca: Bangun Pusat Riset, Apple Pertimbangkan 4 Kota di Indonesia

Foxconn sendiri sama sekali tidak berkomentar soal kehadiran mereka di Indonesia. Mengenai ponsel Luna sendiri, Foxconn melakukan kerja sama seputar pertukaran teknologi saja, bukan melakukan perakitan di Tanah Air.

Sementara itu, pusat riset dan pengembangan Apple, yang kemungkinan dibangun melalui kerja sama dengan Foxconn, merupakan sebuah syarat agar iPhone bisa dijual secara resmi di Indonesia. Pembangunan tersebut bisa jadi merupakan fasilitas pertama dan akan disusul dengan pembangunan dua fasilitas lain.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Oktober lalu, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kemenperin, I Gusti Putu Suryawirawan, mengatakan kepada KompasTekno bahwa Apple akan membangun tiga pusat inovasi dengan nilai investasi 48 juta dollar AS atau sekitar Rp 626,7 miliar.

Namun, dalam wawancara terakhir bersama Reuters, Putu mengatakan, komitmen Apple berkisar 44 juta dollar AS atau setara Rp 588,5 miliar. Pihak Apple tak memberi konfirmasi atas skema investasi itu.

Baca: Jalan Panjang Apple Jual iPhone di Indonesia

Yang jelas, baik nilai Rp 588,5 miliar maupun Rp 626,7 miliar sama-sama masih termasuk dalam kisaran pemenuhan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) 30 persen, yakni Rp 550 miliar hingga Rp 700 miliar.

Artinya, fasilitas riset dan pengembangan ini akan menjadi titik tolak masuknya berbagai ponsel terbaru Apple secara resmi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber 9to5mac
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.