Beginilah Tablet Korea Utara yang Serba Terkunci

Kompas.com - 02/01/2017, 11:15 WIB
Tablet Woolim dari Korea Utara. Joseph Cox/ MotherboardTablet Woolim dari Korea Utara.
Penulis Oik Yusuf
|
EditorDeliusno

KOMPAS.com - Penampilannya tak berbeda dari kebanyakan tablet lain, dengan layar besar berukuran 10 inci yang mendominasi bagian muka dan antarmuka grafis. Tapi fitur-fiturnya sungguh jauh berbeda dari perangkat sejenis.

Itulah "Woolim", tablet yang beredar di Negeri Komunis Korea Utara. Keberadaan tablet tersebut diungkapkan oleh tim peneliti yang ikut serta di Chaos Communication Congress di Hamburg, Jerman, awal pekan ini.

Woolim sebenarnya dibikin oleh pabrikan asal China. Namun, pemerintah Korut memodifikasinya sedemikian rupa sehingga praktis tidak bisa dipakai untuk melakukan apapun kecuali mengonsumsi media atau membuka file yang sudah "lulus sensor".

Pengguna tak bisa memasukkan file lalu membukanya dari tablet berbasis Android ini. "Hal tersebut berlaku untuk semua jenis file. Bahkan file HTML dan teks," ujar anggota tim peneliti, Florian Grunow, seperti dirangkum KompasTekno dari Motherboard, Senin (2/1/2017).

Baca: Sebenarnya, Korea Utara Punya Internet atau Tidak?

Dia menjelaskan, tiap kali pengguna membuka file, tablet akan memeriksa tanda kriptografis dari file yang bersangkutan. Hanya ada dua jenis file yang bisa dibuka, yakni file yang dibuat sendiri oleh tablet (misalnya foto) dan file yang sudah mendapat tanda persetujuan dari pemerintah melalui cryptographic signature tadi.

Bukan cuma "terkunci", Woolim juga melacak segala hal yang dilakukan pengguna. Tiap kali sebuah aplikasi dibuka, tablet akan mengambil screenshot secara otomatis. Screenshot itu tidak bisa dihapus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara, sejumlah fitur hardware seperti Wi-Fi dan Bluetooth sengaja dimatikan supaya tidak bisa dipakai.

Woolim sekaligus menjadi sarana propaganda buat pemerintah Korut. Penggunanya dijejali aneka pesan pemerintah, baik lewat bahan-bahan bacaan yang tertanam di dalamnya, ataupun tayangan TV dan internet pemerintah Korut yang bisa diakses lewat tablet.

Korut sendiri diketahui mengedarkan beberapa model tablet di dalam negeri. Woolim merupakan contoh terbaru yang diestimasi mulai beredar pada 2015. Harganya diperkirakan cukup mahal, di atas banderol 160-200 Euro (Rp 2,3 juta-Rp 2,9 juta) yang dipatok pabrikan pembuatnya di China.

"Target audience tablet ini adalah golongan orang berduit, bukan mereka yang berasal dari kelas pekerja," kata Grunow.

Baca: Korea Utara Hanya Punya 28 Situs Web

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.