Kompas.com - 03/01/2017, 20:08 WIB
|
EditorDeliusno

Sistem tidak membatasi berapa kali orang bisa melakukan pencarian identitas yang tersimpan di dalamnya. Sekali masuk, peretas juga bisa mengakses fitur pencarian identitas berulang kali, tanpa batas.

Sekarang dapat Anda bayangkan bukan, bagaimana bahayanya jika memotret tiket berisi kode booking itu dan menunggahnya ke media sosial?

Nohl dan Nikodejevice mengatakan bahwa solusi untuk masalah ini sederhana, perusahaan cuma perlu keamanan cyber yang lebih baik. Misalnya, membuat akses ke riwayat penerbangan hanya bisa diakses alamat IP tertentu, lalu memasang captcha untuk menghalangi pembobolan.

Baca: Rokok Elektrik Terbakar di Kabin Pesawat

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.