Menkominfo Ajak Facebook dan Twitter Perangi "Hoax" di Indonesia

Kompas.com - 09/01/2017, 18:05 WIB
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta

KOMPAS.com - Media sosial (medsos) banyak digunakan sebagai sarana untuk menyebar berita palsu alias hoax. Karena itu, selain dari sisi netizen, pemerintah merasa perlu untuk berdiskusi dengan pengelola medsos bersangkutan dalam upaya memerangi peredaran hoax di Tanah Air.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan pihaknya telah bertemu dengan manajemen Twitter yang berkantor di Indonesia, dan mengagendakan akan segera bertemu dengan Facebook.

"Jadi, penyedia kontennya juga kami ajak kerja sama lebih dalam. Kami sudah kirim surat ke Facebook. Minggu ini mereka datang," kata Rudiantara saat ditemui KompasTekno di sela deklarasi Masyarakat Anti Hoax, Minggu (8/1/2017).

Rudiantara tak merinci isi agenda pertemuan dengan pengelola kedua medsos dimaksud, tapi dia berharap mereka dapat membantu mengurangi atau bahkan menghilangkan hoax yang beredar di masyarakat.

Menurut Rudiantara, pihak pengelola media sosial alias penyelenggara layanan over the top (OTT) asing semestinya ikut bertanggung jawab dengan maraknya peredaran hoax, karena mereka menjalankan bisnis di Indonesia.

"Kami sampaikan concern-nya, dengan banyaknya konten yang bertentangan dengan aturan di Indonesia. Kami sampaikan, ayo duduk sama-sama dan bicarakan bagaimana caranya mengatasi ini," imbuh dia.

Baca: 4 Upaya Facebook Perangi "Berita Hoax"

Facebook dan Twitter bukan hanya dituding sebagai sarana penyebaran hoax di Indonesia. Di negeri asalnya, Amerika Serikat pun, kedua jejaring sosial dituduh ikut bertanggung jawab atas maraknya berita palsu pada masa kampanye pemilu presiden AS beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, Facebook sempat menguraikan empat rencana yang akan diterapkan di jejaring sosialnya untuk memerangi hoax, begitu juga dengan Twitter yang menyiapkan langkahnya sendiri.

OTT asing lain yang mendapat sorotan dalam hal ini, Google, beberapa waktu lalu menyatakan peredaran berita palsu secara umum di internet masih sulit dikontrol.

Namun raksasa mesin pencari itu menyatakan telah bekerjasama dengan sejumlah outlet media di Google News agar hasil pencariannya bisa membuahkan berita-berita yang faktual dan terpercaya.

Baca: Google Akui Belum Bisa Kontrol Berita "Hoax" di Hasil Pencarian

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.