Reska K. Nistanto

Wartawan teknologi dan pehobi dunia penerbangan.

kolom

Menyoal Pelayanan Maskapai Penerbangan bagi Lansia dan Penyandang Disabilitas

Kompas.com - 12/01/2017, 14:24 WIB
aisle wheelchair yang dirancang agar bisa digunakan di lorong pesawat. Istaisle wheelchair yang dirancang agar bisa digunakan di lorong pesawat.
EditorDeliusno

Kursi roda WCHR bisa dipakai oleh penumpang yang masih mampu naik atau turun tangga pesawat sendiri dan berjalan di kabin tanpa bantuan, namun butuh bantuan untuk berjalan jauh. Kuris roda ini juga biasa dioperasikan di apron (tempat parkir pesawat).

Yang kedua adalah jenis kursi roda WCHS. Kursi roda ini berguna bagi penumpang pesawat yang tidak bisa naik atau turun tangga (jika pesawat tidak menggunakan garbarata) pesawat, namun penumpang masih mampu berjalan di dalam pesawat.

Tipe ketiga adalah kursi roda WCHC, yakni kursi roda yang ringkas dan khusus didesain agar bisa digunakan di lorong pesawat (aisle). Kursi roda ini juga biasa disebut dengan aisle wheelchair yang ditujukan bagi penumpang pesawat yang tidak bisa bergerak sama sekali dan membutuhkan bantuan.

Dalam video ini, Anda bisa melihat bagaiamana aisle wheelchair dioperasikan. Penumpang difabel dipindahkan dari kursi roda biasa yang dipakai hingga ke gerbang ke kursi roda khusus untuk di dalam kabin.

Kursi roda jenis ini masih langka dimiliki oleh maskapai-maskapai di Indonesia. Kebanyakan hanya menyediakan kursi roda untuk mobilitas penumpang di ruang check-in, ruang tunggu, hingga pintu pesawat.

WheelchairTravel.org Contoh penggunaan aisle wheelchair di pesawat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Padahal, peranan WCHC ini sangat penting bagi penumpang penyandang disabilitas atau lansia. Seperti disebut di atas, Undang-Undang dan Peraturan Menteri mewajibkan maskapai untuk memberikan pelayanan sebelum, selama, dan setelah penerbangan. Nah, kursi WCHC ini menjadi bagian dari pelayanan selama penerbangan.

Bayangkan jika ada penumpang difabel atau lansia di pesawat yang harus ke lavatory (toilet) dalam penerbangan, apakah mereka harus digendong juga saat pesawat di atas.

Praktik lama

Urusan gendong-menggendong atau bopong membopong ini ternyata sudah lama menjadi praktik di maskapai Tanah Air. Sedikit browsing di internet, saya menemukan artikel di The Jakarta Post dari tahun 2013 yang isinya berupa komplain terhadap maskapai Garuda Indonesia. Anda bisa membacanya di tautan berikut ini.

Penulis bercerita bahwa saat ia mendarat di Yogyakarta, tidak ada peralatan yang memadai untuk mentransfer penumpang berkebutuhan khusus. Ia harus merelakan dirinya digotong beramai-ramai, tindakan yang menurutnya kurang manusiawi dan tidak aman.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.