Mengapa Norwegia Hentikan Siaran Radio FM?

Kompas.com - 14/01/2017, 16:54 WIB
Ilustrasi radio FM Gadgetoid.comIlustrasi radio FM
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Norwegia menjadi negara pertama yang menghentikan sinyal radio FM terhitung mulai 11 Januari pukul 11.11 waktu setempat.

Pilihan ini diambil karena sistem baru, Digital Audio Broadcasting, yang lebih dikenal dengan singkatan DAB, memiliki kualitas suara yang jauh lebih jernih dengan biaya operasional yang lebih murah.

Jangkauan yang bisa dicapai sistem DAB juga lebih luas dibandingkan sinyal analog FM.
Namun langsung muncul kekhawatiran, terutama di kalangan warga usia lanjut dan para pemilik kendaraan yang tidak bisa langsung memasang peranti yang bisa menerima sinyal DAB.

Berdasarkan jajak pendapat yang diterbitkan harian Dagbladet, Desember lalu, 75 persen warga Norwegia menganggap keputusan pemerintah mematikan radio FM terlalu tergesa-gesa. ??

Memang, 70 persen audiens di Norwegia sekarang mendengarkan stasiun radio favorit mereka melalui DAB, namun para pengkritik juga mengemukakan fakta bahwa banyak orang 'yang terpaksa membeli peranti baru yang harganya bisa mencapai Rp 6,2 juta.

"Norwegia belum siap dengan penghentian radio FM. Ada jutaan pesawat radio di rumah-rumah, pondok wisata, dan kapal yang sekarang ini praktis tak bisa lagi dipakai," ujar Svein Larsen dari asosiasi radio lokal Norwegia.

Alasan lain penolakan adalah orang ingin mendengarkan radio FM untuk nostalgia. "Ada banyak nostalgia dengan radio FM. Itulah sebabnya banyak yang menganggap keputusan pemerintah kontroversial," kata Marius Lillelien, direktur stasiun radio nasional NRK.

Pemerintah Norwegia memasang target DAB akan menjadi standar siaran seluruh stasiun radio nasional pada akhir 2017.

FM ditemukan di Amerika Serikat pada 1933 dan sejak itu populer di banyak negara. Di Indonesia, FM menjadi tren sejak akhir 1980-an menggantikan sinyal AM. Ketika itu stasiun AM ramai-ramai pindah ke FM.

Beberapa negara Eropa seperti Inggris dan Swiss juga mempertimbangkan untuk menghentikan siaran FM namun sejauh ini belum mengambil 'langkah drastis' seperti yang dilakukan Norwegia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X