Kompas.com - 16/01/2017, 16:42 WIB
Chief Technology Officer Smartfren, Christian Daigneault, saat berbicara di depan wartawan di BSD, Senin (16/1/2017)
Yoga Hastyadi Widiartanto/KOMPAS.comChief Technology Officer Smartfren, Christian Daigneault, saat berbicara di depan wartawan di BSD, Senin (16/1/2017)
|
EditorDeliusno

SERPONG, KOMPAS.com - Smartfren memperbarui jaringan 4G mereka dengan memasang teknologi Massive Multiple Input Multiple Output (MIMO). Teknologi ini berguna untuk memastikan sinyal memancar lebih kuat dan pelanggan lebih mudah mendapatkan kecepatan maksimal.

Smartfren menggarap teknologi Massive MIMO ini bersama dengan ZTE. Penerapan dilakukan di tiga site base transceiver station (BTS), yakni di wilayah Jakarta dan Surabaya. Chief Technology Officer Smartfren Christian Daigneault mengatakan perusahaan berencana mengimplementasikan ke area yang lebih luas pada kuartal ketiga 2017.

Christian juga menjelaskan, teknologi MIMO ini menggunakan 64 antena yang berfungsi untuk menerima dan memancarkan sinyal telekomunikasi. Karena memiliki antena lebih banyak, maka daya jelajah lebih kuat dan perangkat yang bisa terhubung kepadanya pun jadi lebih banyak.

“Bayangkan seperti ini, kalau teknologi MIMO 4x4 itu menggunakan 4 antena, untuk menangani akses dari berbagai perangkat sehingga lebih terbatas. Kalau Massive MIMO ini memakai 64 antena untuk menangani berbagai perangkat yang mengakses, sehingga kecepatan bisa dibagikan dengan lebih rata,” ujarnya.

Baca: Resmi, Smartfren Matikan CDMA 1.900 MHz

Stabil mencapai kecepatan maksimal

Vice President Technology Relations and Special Project Smartfren, Munir Syahda Prabowo, menambahkan antena yang lebih banyak itu juga berperan membagikan koneksi secara lebih merata kepada masing-masing pengguna.

Misalnya, satu perangkat pengguna sanggup mengakses internet dengan kecepatan 50 Mbps. Pada jaringan yang tidak menggunakan Massive MIMO, kecepatan akses yang diperolehnya bervariasi dan tidak selalu mencapai kecepatan maksimal.

Namun pada jaringan yang menggunakan Massive MIMO, perangkat tersebut bakal lebih sering mencapai kecepatan maksimal 50 Mbps atau yang mendekatinya.

“Tapi perlu dicatat. Massive MIMO ini bukan meningkatkan kecepatan yang diberikan, melainkan soal distribusi kecepatan tersebut. Menggunakan teknologi ini, kecepatan akses yang diperoleh pelanggan jadi lebih stabil, lebih rata dibagikan,” jelasnya.

“Daya tembusnya juga lebih kuat, jadi tidak perlu memasang BTS in building. Misalnya di mall Teras Kota, kami cukup pasang mobile BTS di luar saja tapi sinyalnya sudah tembus ke dalam. Padahal sebelumnya, tanpa Massive MIMO, sinyal tidak bisa tembus sampe ke dalam ruangan,” pungkasnya.

Baca: Smartfren Rilis Paket Streaming Musik Tanpa Batas Kuota



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X