Donald Trump Tak Mau "Nge-tweet" Pakai Akun @POTUS

Kompas.com - 17/01/2017, 10:48 WIB
Donald Trump di panggung Konvensi Nasional Partai Republik di Quicken Loans Arena, Cleveland, Ohio, Senin (18/7/2016). AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDSDonald Trump di panggung Konvensi Nasional Partai Republik di Quicken Loans Arena, Cleveland, Ohio, Senin (18/7/2016).
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com — Presiden terpilih AS, Donald Trump, menolak memakai akun Twitter resmi kepresidenan Amerika Serikat (AS), yakni @POTUS (President of The United States).

Kebanyakan orang menganggap bahwa setiap Presiden AS akan selalu memakai akun @POTUS untuk mengicaukan semua pernyataannya ke publik. Namun, tidak demikian halnya dengan Trump.

Presiden ke-45 AS ini mengungkap bahwa dia justru ingin terus berkicau menggunakan akun Twitter pribadi, yakni @realDonalTrump, dan terus menambah jumlah pengikutnya.

“Saya ingin tetap memakai @realDonaldTrump dan membiarkannya tumbuh, toh ini juga berfungsi dengan baik,” ujar Trump dalam sebuah wawancara dengan The Times.

“Soal kicauan, rasanya saya akan menguranginya. Tapi selama ini media tidak menulis dengan jujur sehingga saya mengicaukan kebenarannya di Twitter. Sekarang saya malah punya 280 karakter, jadi bisa bicara lebih banyak,” imbuhnya.

Baca: Janji Trump Berperilaku Manis di Twitter Hanya Berumur Sehari

Sebagaimana dilansir KompasTekno dari The Verge, Selasa (17/1/2017), jumlah followers akun pribadi Trump saja sekarang sudah lebih dari 20 juta orang. Jumlah ini masih belum memperhitungkan berapa banyak orang yang mengikutinya secara tidak langsung dari berbagai retweet.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, akun @POTUS memiliki followers lebih sedikit, yakni sekitar 13,5 juta orang. Toh akun ini merupakan hak Presiden AS yang sedang menjabat dan sehingga tetap bisa dipakai Trump untuk berkicau.

Akun @POTUS kemungkinan akan dikelola oleh tim administrasi kepresidenan untuk mengeluarkan berbagai pernyataan resmi ke publik dan media. Sedangkan @realDonaldTrump akan dipakai untuk menyatakan perasaan serta pikiran pribadinya, sebagaimana dia gunakan selama ini.

Jika memang Trump tetap berkicau dengan cara yang terbuka dan tanpa basa-basi seperti biasanya, netizen mungkin akan menemukan suatu transparansi yang menarik. Misalnya, netizen akan lebih mudah memahami berbagai alasan di balik keputusan Presiden AS itu hanya dengan mengikuti kicauan pribadinya.

Baca: Mau Diapakan Akun Medsos Obama Setelah Tak Jadi Presiden AS?



Sumber The Verge

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.