Zuckerberg Pertama Kali Bersaksi di Pengadilan, Kasus Apa?

Kompas.com - 19/01/2017, 20:16 WIB
|
EditorDeliusno

KOMPAS.com - Pendiri sekaligus CEO Facebook, Mark Zuckerberg, harus terseret ke pengadilan gara-gara Oculus VR. Anak usaha tersebut selama ini mengembangkan teknologi virtual reality (VR) untuk Facebook.

Sebelumnya, Oculus merupakan startup yang berdiri sendiri. Baru sekitar dua tahun lalu Oculus diakuisisi Facebook senilai 2 miliar dollar AS atau Rp 26 triliun.

Ternyata, sebelum proses akuisisi rampung, Oculus sudah tersandung kasus hukum. Pengembang game ZeniMax Media menuduh Oculus mencuri kekayaan propertinya untuk mengembangkan headset VR.

Zuckerberg dipanggil ke pengadilan sebagai saksi atas tuntutan ZeniMax ke Oculus. Pria yang gemar menggunakan kaos abu-abu itu mengaku baru pertama kali bersaksi di pengadilan.

Meski demikian, ia tak gugup menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Pasalnya, ia yakin sepenuhnya bahwa teknologi yang dikembangkan Oculus murni merupakan buah pikiran tim.

"Kami sangat yakin produk-produk Oculus dibangun di bawah teknologi Oculus," kata dia, sebagaimana dilaporkan NYTimes dan dihimpun KompasTekno, Kamis (19/1/2017).

Baca: Facebook Resmi Miliki Oculus VR

Pembelaan Zuckerberg

Zuckerberg pun mengakui saat ini teknologi VR masih terus dikembangkan dan belum mencapai kesuksesan yang diimpikan. Ia memprediksi masa kejayaan dan kemapanan VR bakal terjadi sekitar 10 tahun mendatang.

Di samping itu, investasi yang digelontorkan akan sangat banyak ke depannya. Zuckerberg sesumbar bakal menggelontorkan dana lebih dari 3 miliar dollar AS atau setara Rp 40 triliun selama satu dekade ke depan.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X